Pidato Perdana Bupati Syech Muharram: Tak Ada Oposisi di Aceh Besar

Bupati Aceh Besar dan wakil
Bupati Aceh Besar Syech Muharram Idris dan didampingi wakilnya Syukri A Jalil memberi sambutan perdana seusai dilantik Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Gedung JSC, Kota Jantho, Aceh Besar, Kamis, 13 Februari 2025. Foto: Humas Pemkab Aceh Besar

Jantho – Bupati Aceh Besar Muharram Idris atau Syech Muharram menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan semua elemen di Aceh Besar, tanpa ada oposisi.

“Di Aceh Besar tidak ada oposisi, yang ada hanya koalisi bersama. Kami ingin menyatukan seluruh elemen, baik masyarakat Aceh Besar di dalam maupun di luar daerah, ulama, pengusaha, intelektual, dan akademisi serta pemuda untuk membawa perubahan,” ujarnya dalam sambutan perdana usai dilantik Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Rapat Paripurna DPRK Aceh Besar di Gedung Jantho Sport City, Kamis, 13 Februari 2025.

Terkait infrastruktur pemerintahan, ia menyatakan bahwa kantor DPRK Aceh Besar sudah saatnya diperluas. “Sejak pertama dibangun pada 1980-an ini, kantor DPRK hanya untuk 20 anggota, sementara sekarang jumlah anggota DPRK bertambah menjadi 40 orang. Ini perlu menjadi perhatian,” ujarnya.

Syech Muharram juga mengungkapkan empat nama yang berperan besar dalam mendukung kemenangan dirinya dan bersama Syukri A Jalil di Pilkada Aceh Besar, yaitu Bustamam Juned, Jailani Bin Muhammad, Faisal, dan Ketua Komando Independen Anwar.

“Terima kasih kepada seluruh pemilih dan masyarakat Aceh Besar yang telah menyukseskan Pilkada 2024 dan mempercayakan kami. Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara [pelantikan] ini, termasuk DPRK Aceh Besar dan instansi terkait,” ujarnya.

Baca juga: Mualem Lantik Syech Muharram-Syukri A Jalil sebagai Bupati-Wakil Bupati Aceh Besar

Di sisi lain, Syech Muharram setuju dengan pernyataan Gubernur Aceh tentang penghapusan barcode BBM. “Masyarakat masih kesulitan dalam memperoleh barcode. Ini menjadi perhatian kami untuk segera diselesaikan,” ujarnya.

Muharram juga berkomitmen menyelesaikan masalah kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. “Secara kuantitas, pasokan gas dari Pertamina cukup, namun di lapangan, masyarakat hanya mendapatkan setengah dari stok yang seharusnya ada di pangkalan. Ini yang menyebabkan kelangkaan dan akan segera kami benahi,” tegasnya.

Mengenai IPDN, ia menyebutkan pihaknya telah menghibahkan 40 hektare tanah di Kota Jantho untuk pembangunan kampus tersebut. “Kami telah menyiapkan lahan, tinggal bagaimana Pemerintah Pusat merealisasikannya dan Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem IPDN Aceh bisa terwujud,” sebutnya.

Di akhir pidatonya, Muharram menegaskan ia akan membawa perubahan di Aceh Besar dengan dukungan semua pihak.

“Kita memasuki era perubahan. Saya tanya kepada para OPD, apakah sudah siap? Kita harus siap. Tidak boleh ada lagi kecurangan dalam pemerintahan. Kita harus memberikan yang terbaik bagi masyarakat, terutama 60 persen masyarakat Aceh Besar yang berprofesi sebagai petani. Hak-hak mereka harus kita perjuangkan,” tegasnya.

Baca juga: [WAWANCARA] Syech Muharram: Lon Rencana Kon Bupati Bak Kanto

Ia juga meminta dukungan penuh dari seluruh instansi, lembaga, dan masyarakat untuk bersama-sama dan salin membahu membawa perubahan positif bagi Aceh Besar. “Saya dan Pak Syukri tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bekerja bersama untuk kemajuan Aceh Besar,” imbuhnya.

Dia juga menyebut Penjabat Bupati Muhammad Iswanto sebagai guru pertama di pemerintahan.

“Guru kami pertama dalam pemerintahan ialah Pj Bupati Iswanto, ia merupakan sahabat lama dan selalu terbuka dalam komunikasi bersama kami sejak ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti yang memimpin rapat paripurna menyatakan keyakinannya bahwa bupati dan wakil bupati baru mampu menjalankan tugas dengan baik.

“Kami percaya bahwa kepemimpinan yang baru ini akan membawa kemajuan bagi Aceh Besar dengan didukung oleh para pejabat di lingkungan Pemkab Aceh Besar yang telah ahli di bidangnya masing-masing,” ucapnya.

Muchti juga menyampaikan apresiasi kepada Iswanto atas pengabdian dan keberhasilannya selama menjabat. “Kami berterima kasih atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam membangun Aceh Besar selama masa jabatannya.”

Acara pelantikan berlangsung dalam suasana duka mendalam atas wafatnya dua ulama kharismatik Aceh pada hari yang sama, yakni Abu Kuta Krueng dan Aba Asnawi Budi Lamno. Sebagai bentuk penghormatan, acara ditutup dengan doa takziah dipandu Ketua MPU Aceh Besar Teungku Nasruddin M atau Abi Nas.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy