Debut Pahit M. Ridwan: Diwarnai Kartu Merah, Persiraja Takluk 1-2 dari Sumsel United

Pelatih Persiraja M Ridwan konferensi pers usai laga Sumsel United
EVALUASI TOTAL: Pelatih kepala Persiraja Banda Aceh, Muhammad Ridwan (kanan), didampingi perwakilan pemain saat memberikan keterangan pers usai takluk 1-2 dari Sumsel United dalam laga Pegadaian Championship 2026/27 di Stadion H. Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, Jumat (2/10/2026). Foto: Fakhrurrazi/Line1News

Banda Aceh, Line1News – Awal musim yang berat bagi Laskar Rencong masih berlanjut. Menjamu Sumsel United dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2026/27, Persiraja Banda Aceh dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-2 di hadapan publik sendiri di Stadion H. Dimurthala Lampineung, Jumat malam, 2 Oktober 2026.

Laga ini sekaligus menjadi debut perdana yang pahit bagi juru taktik baru Persiraja, Muhammad Ridwan, yang harus menyaksikan timnya menelan kekalahan keempat berturut-turut di awal musim ini.

Drama Kartu Merah VAR dan Perlawanan 10 Pemain

Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Namun, tim tamu berhasil memecah kebuntuan lebih dulu pada menit ke-30. Memanfaatkan umpan datar akurat dari sektor kiri pertahanan Persiraja, Tomi Darmawan sukses merobek jala tuan rumah dan membawa Sumsel United unggul 1-0.

Petaka bagi Persiraja kian bertambah sebelum turun minum ketika Faris Adit diusir keluar lapangan oleh wasit Agung Setiyawan.

Awalnya, sang pengadil hanya melayangkan kartu kuning atas pelanggaran keras Faris. Namun, setelah melakukan intervensi dan peninjauan ulang lewat teknologi Video Assistant Referee (VAR), wasit menganulir keputusannya dan langsung menghadiahi kartu merah langsung untuk bek Persiraja tersebut.

Meski kalah jumlah pemain, determinasi tinggi ditunjukkan anak-anak Banda Aceh di babak kedua:

• Menit 60 (Gol Balasan): Gelandang senior Jayus Hariono membangkitkan gemuruh stadion lewat sundulan terukur memanfaatkan skema bola mati yang gagal dihalau kiper Sumsel United, Ramadan. Skor berubah imbang 1-1.

• Menit 67 (Gol Penentu): Kegembiraan publik Lampineung tidak bertahan lama. Hanya berselang tujuh menit, striker asing Kenneth Ngwoke berhasil mencetak gol pembalik keadaan sekaligus mengunci kemenangan Sumsel United menjadi 2-1 hingga peluit panjang dibunyikan.

Respons Coach M. Ridwan: Apresiasi Perjuangan dan Fokus Evaluasi

Usai laga, pelatih kepala Muhammad Ridwan tidak ingin sepenuhnya menyalahkan anak asuhnya. Ia tetap memberikan kredit positif atas mentalitas bertarung para pemain Persiraja yang menolak menyerah meski bermain dengan 10 orang.

“Sebenarnya kita banyak menciptakan peluang dan terjadinya gol pertama kita juga disusul dengan kartu merah. Ya, apapun bisa terjadi di pertandingan hari ini. Ini bukan perkara yang mudah,” ungkap Ridwan saat sesi konferensi pers pascatanding.

Ekspenggawa Timnas Indonesia tersebut menegaskan bahwa daya juang tim di atas lapangan dalam menciptakan peluang akan menjadi fondasi penting untuk membenahi performa Laskar Rencong di laga-laga berikutnya.

“Saya apresiasi pemain saya, sudah berjuang dengan sekuat tenaga. Kita bisa mencetak gol dan membuat banyak peluang,” pungkasnya tegas.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy