Aceh Besar Matangkan Seleksi Program ‘Beut Kitab Bak Sikula’

Plt Kadisdikbud Aceh Besar
Plt. Kadisdikbud Aceh Besar Rahmawati saat rapat lanjutan pematangan Program Beut Kitab Bak Sikula jenjang SD dan SMP Tahun 2026, di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Sabtu, 24 Januari 2026. Foto: Pemkab Aceh Besar

Jantho – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, meminta Tim Penyeleksi Program Beut Kitab Bak Sikula Tahun 2026 bekerja objektif dan profesional agar hasil seleksi dapat dipertanggungjawabkan.

Dia berharap program tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta membentuk karakter para generasi penerus yang Ahlul Sunnah Wal Jama’ah di Aceh Besar. Ini sesuai visi dan misi Bupati Aceh Besar, Muharram Idris alias Syech Muharram dan Wakil Bupati Syukri A. Jalil.

“Dengan seleksi yang matang dan tepat, kami berharap Program Beut Kitab Bak Sikula dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di jenjang SD dan SMP,” kata Rahmawati, dikutip Line1.News dari laman Pemkab Aceh Besar, Minggu, 25 Januari 2026.

Baca juga: 2026, Pemkab Aceh Besar akan Gelar Lomba Beut Kitab Antarsekolah

Rahmawati menyampaikan itu dalam rapat lanjutan Disdikbud Aceh Besar bersama Tim Penyeleksian Tahap I Program Beut Kitab Bak Sikula jenjang SD dan SMP Tahun 2026. Rapat di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Sabtu (24/1), itu untuk mematangkan tahapan seleksi lanjutan sekaligus memastikan program berjalan transparan dan tepat sasaran.

Menurut Rahmawati, rapat lanjutan tersebut bagian penting dalam menjaga kualitas dan integritas pelaksanaan Program Beut Kitab Bak Sikula di satuan pendidikan.

“Rapat ini kita lakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, transparan, dan benar-benar menyasar sekolah yang memenuhi kriteria,” ujar Rahmawati.

Dia menjelaskan Program Beut Kitab Bak Sikula salah satu upaya Pemkab Aceh Besar dalam memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman di lingkungan sekolah sejak dini.

“Melalui program ini, kita ingin membiasakan peserta didik untuk membaca dan memahami kitab sebagai bagian dari penguatan pendidikan berbasis nilai-nilai agama dan budaya Aceh,” ucapnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy