Aceh Besar, Line1News – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) memastikan operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, tetap berjalan normal dan aman. Pernyataan resmi ini dikeluarkan guna merespons kekhawatiran publik terkait potensi gangguan jadwal akibat sebaran kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sumatra.
General Manager Bandara SIM, Rahmat Adil Indrawan, menyatakan pemantauan ketat terhadap kondisi cuaca terkini dan jarak pandang (visibility) terus dilakukan demi menjamin keselamatan serta kelancaran penerbangan.
Tercatat pada Kamis, 15 Oktober 2026, Bandara SIM melayani 19 pergerakan penerbangan kedatangan dan keberangkatan untuk rute domestik dan internasional, meliputi tujuan Jakarta, Kualanamu, dan Kuala Lumpur. Seluruh aktivitas udara tersebut dilayani secara lancar oleh maskapai Garuda Indonesia, Wings Air, Super Air Jet, Pelita Air, Batik Air, dan AirAsia.
“Alhamdulillah, hingga saat ini operasional bandara berjalan normal dan belum terdampak kabut asap Karhutla. Meski demikian, kami terus meningkatkan kewaspadaan dengan memantau perkembangan kondisi cuaca secara berkala,” kata Rahmat Adil Indrawan dalam keterangan, Jumat (16/10/2026).
Sinergi Ketat Bareng BMKG dan AirNav
Guna mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu, manajemen Angkasa Pura Indonesia terus memperkuat sinergi dan koordinasi intensif bersama pihak BMKG serta AirNav Indonesia. Langkah kolaboratif ini krusial untuk mengantongi data cuaca real-time sebagai basis pengambilan keputusan taktis di lapangan.
Manajemen bandara juga menggaransi kesiapan penuh dari seluruh personel, fasilitas navigasi, serta prosedur mitigasi keselamatan. Jika sewaktu-waktu terjadi penurunan jarak pandang di bawah batas aman penerbangan, skema penanganan darurat akan langsung dieksekusi bersama pemangku kepentingan terkait.
Otoritas bandara menegaskan, jika kondisi cuaca tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan, penanganan operasional akan dilakukan sesuai prosedur berlaku.
“Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Kami akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait,” tegas Rahmat.[]
Baca Juga: Sebaran Asap Karhutla Meluas di Aceh


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy