Bencana Renggut 5 Nyawa di Burni Pase, Puluhan Rumah Hanyut, Akses ke Aceh Utara Putus

Banjir rusak rumah dan kendaraan warga Burni Pase
Banjir bandang dan longsor merusak rumah dan kendaraan milik warga Burni Pase, Bener Meriah. Foto: Line1.News/Erwin Sar

Bener Meriah – Banjir bandang dan longsor di Desa Burni Pase, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, menyisakan duka mendalam bagi warga. Dahsyatnya bencana alam tersebut merenggut 5 nyawa warga Desa Burni Pase.

Korban meninggal dunia 1 balita, 2 ibu, 1 ayah, dan 1 remaja. Mereka merenggang nyawa saat tertimpa material longsor dan banjir bandang di Burni Pase.

Bencana alam di Dusun Muhajirin dan Genting Gajah Desa Burni Pase juga mengakibatkan 20-an rumah warga hanyut dibawa arus banjir bandang pada 25 November 2025 lalu.

“Kejadian waktu itu cukup membuat merinding yang mengakibatkan lokasi yang dulunya permukiman kini sudah menjadi tumpukan material tanah,” ujar Wen, pemuda Burni Pase kepada Line1.News, Selasa, 9 Desember 2025.

Wen menyebut di Dusun Genting Gajah, ada permukiman yang habis terbawa banjir bandang. “Namun satu masjid masih berdiri kokoh sampai sekarang. Ini bisa kita jadikan pelajaran agar meningkatkan iman kita pada Allah Swt,” ucapnya.

Akibat bencana alam di sana, lanjut Wen, akses jalan menuju Aceh Utara terputus.

Hingga saat ini pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan akses jalan yang rusak agar bantuan bisa terdistribusikan kepada korban bencana melalui jalan darat.

“Ada 3 titik kerusakan jalan mulai dari Burni Pase, Guci, dan Cam [Kecamatan Permata] ini yang menjadikan pendistribusian bantuan ke Bener Meriah dan Aceh Tengah tidak bisa dilalui oleh kendaraan,” ujar Wen.

Wen berharap pemerintah bisa segera memulihkan keadaan pascabencana, terutama akses jalan darat agar keterisolasian Bener Meriah dan Aceh Tengah dapat segera teratasi.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy