Beijing – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyebut Banda Aceh sebagai titik awal Jalur Sutra Maritim di Asia Tenggara.
“Sejak abad ke-15, pelabuhan kami telah menjadi tempat persinggahan kapal dari Tiongkok, Arab, dan India, membawa rempah, sutra, ilmu, dan nilai-nilai peradaban,” ujarnya di Maritime Silk Road Conference, Wenzhou, Zhejiang, Cina, Kamis, 20 November 2025.
Illiza juga menyebut Banda Aceh dikenal sebagai Serambi Mekkah, bukan hanya karena sisi religiusitasnya tetapi karena keterbukaannya terhadap dunia.
“Banda Aceh pusat peradaban Islam tertua di Asia Tenggara. Warisan Kesultanan Aceh Darussalam masih hidup hingga kini, mulai dari keagungan Masjid Raya Baiturrahman, hingga jejak sejarah di Gunongan,” ujarnya dikutip dari Laman Pemko Banda Aceh.
Illiza turut mengupas hubungan Aceh dan Cina yang terjalin sejak masa Dinasti Ming.
“Catatan sejarah menyebutkan pada 1602 Sultan Aceh Alauddin Riayat Syah mengirim utusan ke Kaisar Wanli, membawa rempah dan kapur barus sebagai tanda persahabatan,” ujarnya.
Diplomasi itu berlanjut hingga masa Sultan Iskandar Muda. Dan hingga kini, kata Illiza, artefak keramik Dinasti Ming masih ditemukan di Gampong Pande dan Lamreh.
“Hal ini bukti nyata hubungan damai antara Aceh dan Tiongkok,” ujarnya.
Menurut Illiza, kini tak ada lagi para pihak yang berlayar dengan kapal dagang melainkan dengan “kapal persahabatan dan kerja sama”. Ia pun menawarkan peluang kolaborasi baru berupa promosi wisata lintas negara “From Wenzhou to Banda Aceh: The Maritime Silk Route Experience”.
Tawaran itu mencakup investasi pariwisata halal dan waterfront city; pertukaran sumber daya manusia untuk pelatihan pariwisata, hospitality, dan teknologi digital; serta smart tourism collaboration, integrasi data destinasi dan promosi berbasis kecerdasan buatan.
Pemko Banda Aceh, sebut Illiza juga membuka sektor pendukung kolaborasi berupa pengembangan rute penerbangan Banda Aceh-Kuala Lumpur-Wenzhou/Guangzhou.
Selain itu, kolaborasi media digital melalui TikTok/Douyin, Trip.com, Fliggy, dan WeChat, serta dukungan logistik dan branding lintas negara untuk promosi wisata, UMKM, dan event budaya.
Melansir Wikipedia, jalur Sutra merupakan jaringan rute perdagangan kuno yang menghubungkan Cina dengan Barat, seperti Kekaisaran Romawi dan Eropa, serta ke arah Timur Tengah, Asia Tengah, dan Afrika Timur.
Meskipun dinamakan dari sutra Tiongkok yang menjadi komoditas utama, jalur tersebut juga digunakan untuk menukar rempah-rempah, emas, logam mulia, keramik, serta ide, teknologi, dan agama. Jalur ini tidak hanya ada di darat, tetapi juga melalui laut, yang dikenal sebagai Jalur Sutra Maritim.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy