Keutamaan Tarawih dan Witir di Bulan Ramadan

Ilustrasi jamaah tarawih
Ilustrasi jamaah tarawih. Foto: reuters

Salat Tarawaih dan Witir merupakan rangkaian ibadah yang dilakukan untuk meraih keutamaan Ramadan. Kedua salat ini dikerjakan setiap malam selepas salat Isya.

Dilansir dari NU Online, mengerjakan kedua salat sunnah ini tidak hanya bagian dari beribadah saja, tapi juga bentuk dari menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ketaatan kepada Allah, atau qiyamullail.

Sebab, malam hari di bulan Ramadan merupakan malam istimewa, sehingga mengisinya dengan ibadah merupakan cara yang baik untuk mendapatkan keutamaan bulan mulia.

Tarawih dianjurkan didirikan dalam jamaah walaupun boleh dilakukan sendiri. Salat ini memiliki keutamaan sangat besar, yaitu pelakunya akan diampuni dosanya oleh Allah SWT.

Hal ini sebagaimana Rasulullah SAW dalam salah satu hadis yang diriwayatkan Imam Muslim: “Barang siapa melakukan salat [tarawih] pada bulan Ramadan dengan iman dan ikhlas [karena Allah ta’ala] maka diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.”

Imam An-Nawawi menjelaskan maksud menghidupkan malam Ramadan pada hadis riwayat Imam Muslim di atas adalah dengan cara mengerjakan salat Tarawih.

An-Nawawi mengatakan dalam Syarhun Nawawi ‘alal Muslim: “Yang dimaksud dengan qiyam Ramadhan adalah salat Tarawih, dan para ulama telah sepakat tentang kesunnahannya.”

Selain Tarawih, Witir juga sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Witir boleh dilakukan setelah Tarawih. Namun lebih utama dilakukan di akhir malam. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah dalam salah satu hadisnya yang diriwayatkan Imam Bukhari, yaitu: “Jadikanlah akhir salat kalian semua di malam hari dengan dengan salat Witir.”

Sebagaimana namanya, Witir yang berarti ganjil, dianjurkan dilakukan dengan rakat ganjil, misalnya, satu, tiga, lima, tujuh rakat dan angka ganjil lainnya. Hal ini berdasarkan salah satu hadis Rasulullah yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah: “Berwitirlah kalian semua wahai ahli Al-Qur’an, karena sesungguhnya Allah itu ganjil, dan menyukai hal-hal yang ganjil.”

Adapun keutamaan Witir sebagaimana yang telah disebutkan Rasulullah, salat sunnah ini sangat berharga dan sangat agung di sisi Allah. Bahkan, lebih berharga dari unta merah yang merupakan harta paling berharga di masa itu.

Keutamaan Witir dijelaskan dalam salah satu hadis Rasulullah yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Abu Dawud. “Sesungguhnya Allah telah memberi kalian suatu salat yang lebih baik bagi kalian daripada unta merah, yaitu salat Witir. Allah menjadikannya untuk kalian antara waktu salat Isya hingga terbit fajar.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy