Listrik di Aceh Pulih, PLN Minta Maaf Lagi

Ilustrasi Mati Lampu
Ilustrasi blackout atau mati lampu. Foto: Freepik.com

Banda Aceh – PT PLN Unit Induk Distribusi Aceh meminta maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak akibat blackout atau pemadaman listrik sejak Sabtu sore, 15 November 2025.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan pelanggan,” ujar General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh Eddi Saputra dlansir Kompas.com, Minggu, 16 November 2025.

“PLN terus melakukan evaluasi menyeluruh guna memperkuat keandalan sistem kelistrikan sehingga masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang andal sebagaimana biasanya,” imbuhnya.

Eddi meminta masyarakat yang mengalami kendala atau kebutuhan terkait kelistrikan segera melapor ke PLN.

“PLN juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan melalui aplikasi PLN Mobile,” ujarnya.

Eddi menyatakan PLN telah memulihkan 100 persen sistem kelistrikan di Aceh pada Minggu, 16 November.

“Alhamdulillah seluruh sistem kelistrikan di Aceh telah berhasil pulih sepenuhnya,” ujarnya.

Namun, tambah Eddy, petugas PLN tetap bersiaga untuk memastikan pasokan listrik, terutama pada sektor vital tetap aman.

“Personel kami tetap bersiaga untuk memastikan pasokan listrik tetap andal, khususnya prioritas pada sektor vital seperti rumah sakit, fasilitas pemerintahan, pusat komunikasi, hingga pusat-pusat pelayanan publik,” ujarnya dilansir Antaranews.com.

Pemadaman listrik terjadi di sebagian wilayah Aceh itu akibat gangguan jaringan transmisi. Karena itu, kata Eddie, berdampak pada pembangkit Nagan Raya 3 dan 4 yang ikut padam, sehingga mengakibatkan sebagian wilayah Aceh mengalami pemadaman.

Awal Oktober lalu, PLN juga meminta maaf setelah blackout terjadi selama tiga hari. Saat itu, General Manager PLN UID Aceh dijabat Mundhakir.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan pelanggan, sekaligus apresiasi atas kesabaran dan pengertian seluruh masyarakat Aceh selama proses pemulihan berlangsung,” kata Mundhakir dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 2 Oktober 2025.

Dia juga menyatakan hal senada seperti Eddie: “petugas tetap bersiaga untuk memastikan pasokan listrik tetap andal bagi pelanggan di Aceh. Khususnya prioritas pada sektor vital seperti rumah sakit, fasilitas pemerintahan, pusat komunikasi, hingga pusat-pusat pelayanan publik.”

Lalu, “jika masyarakat mengalami kendala atau kebutuhan terkait kelistrikan, PLN juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan melalui aplikasi PLN Mobile”.

Baca juga: Aceh Gelap Lagi, BEM Unimal Tuntut PLN Ganti Rugi Rugi hingga Audit Independen

Ketua BEM Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Muhammad Ilal Sinaga pemadaman listrik di Aceh seperti sebuah pola.

“Ini bukan sekali dua kali. Pemadaman seperti ini sudah menjadi pola. Masyarakat terus menjadi korban, sementara PLN hanya menyampaikan alasan teknis tanpa ada pertanggungjawaban konkret,” ujar Ilal dalam keterangannya, Sabtu jelang Minggu dinihari.

“Kami mendesak PLN memberi ganti rugi atas kerugian yang dialami warga Aceh,” tambahnya.

Dia menegaskan masyarakat Aceh berhak mendapatkan perlindungan dan pelayanan terbaik dari penyedia listrik negara.

BEM Unimal menuntut agar PLN segera mengambil langkah tanggung jawab berupa ganti rugi bagi warga terdampak, audit independen terhadap sistem kelistrikan Aceh, serta keterbukaan informasi kepada publik mengenai kondisi jaringan dan upaya pencegahan agar black out tidak terus terulang.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy