Mahasiswa USK Ciptakan Krim Tangan Inovatif dari Limbah Kulit Pepaya dan Kayu Manis

Produk hand cream Kaye buatan mahasiswa USK
Produk hand cream Kaye buatan mahasiswa USK. Foto: Humas USK

Banda Aceh – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menciptakan produk perawatan kulit inovatif berupa hand cream bernama Kaye. Krim tangan ini diolah dengan memanfaatkan limbah kulit pepaya dan minyak kayu manis sebagai bahan baku utama. Produk multifungsi ini disebut menonjolkan aspek keberlanjutan sekaligus mengangkat nilai lokal Aceh.

Tim pengembang Kaye terdiri dari Rahmi Azalia, Fadia Hanum, dan Alya Nadhifah (Fakultas Farmasi), Rizqa Ilmina (Ilmu Komunikasi), serta Sarah Ardelia (Manajemen). Mereka dibimbing Dosen Farmasi USK Nadia Isnaini.

“Kolaborasi lintas disiplin ini bertujuan menciptakan produk yang tidak hanya unggul dari sisi formulasi, tetapi juga memiliki strategi branding yang kuat,” ujar Nadia, Selasa, 7 Oktober 2025.

Rahmi selaku ketua tim menjelaskan, ide Kaye terinspirasi dari kata “kaye maneh” atau kayu manis dalam bahasa Aceh. Gagasan ini, kata dia, lahir dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah organik yang belum dimanfaatkan.

Menurut hasil kajian literatur yang mereka lakukan, kulit pepaya memiliki kandungan antioksidan tinggi seperti flavonoid, vitamin C, dan beta-karoten, serta polisakarida yang berfungsi sebagai humektan alami atau penjaga kelembapan kulit.

Sementara itu, minyak kayu manis ditambahkan karena kandungan cinnamaldehyde dan eugenol-nya yang berperan sebagai antioksidan, pelembap, dan pelindung dari sinar ultraviolet.

“Yang membedakan Kaye dari produk lain di pasaran adalah pendekatan multifungsi berbasis bahan alami lokal. Dalam pengujian laboratorium, formulasi dengan 0,5 persen minyak kayu manis menunjukkan nilai SPF sebesar 18, cukup untuk perlindungan ringan dari paparan sinar UV,” jelas Rahmi.

Proses pembuatan Kaye diawali dengan ekstraksi kulit pepaya melalui metode maserasi. Kulit buah dikumpulkan dari sumber lokal, dikeringkan, dan diolah hingga menghasilkan ekstrak kental berkualitas tinggi.

Anggota tim lainnya, Rizqa, menambahkan bahwa penggunaan limbah pertanian sebagai bahan utama memperkuat aspek keberlanjutan produk tersebut.

“Selain manfaat klinis, inisiatif ini juga menjadi solusi terhadap permasalahan limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal di tingkat lokal,” ujarnya.

Kaye dijual dengan harga terjangkau, Rp25 ribu per kemasan, sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif produk krim tangan yang ekonomis dan ramah lingkungan.

Tim pengembang berharap Kaye bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berinovasi dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal menjadi produk bernilai guna tinggi dan kompetitif di pasar.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy