Lhokseumawe – Pengamat politik Aceh, Dr. M. Akmal menilai jika partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 di Aceh sekitar 70 persen maka termasuk kategori tinggi.
“Data 70% adalah angka partisipasi politik dalam Pilkada Aceh termasuk kategori tinggi. Bahkan secara umum kita lihat tingkat partisipasi politik masyarakat Indonesia dalam Pilpres [2024] cukup tinggi, mencapai 81%, dibandingkan dengan negara Jepang hanya 40%, dan Amerika hanya 66,9%,” kata Akmal kepada Line1.News, Ahad siang, 1 Desember 2024.
Baca juga: Partisipasi Pemilih Tinggi, Pengamat Politik Aceh: Pengaruh Perilaku Transaksional
Akmal mengungkapkan itu saat ditanyakan pandangannya soal partisipasi pemilih Pilkada 2024 di Lhokseumawe sekitar 70 persen.
“Kenapa [partisipasi pemilih dalam pemilu di] Indonesia tinggi dan Aceh juga tinggi? Itu bukan sepenuhnya karena kesadaran politik, tapi juga adanya pengaruh budaya politik dan perilaku transaksional dari pemilih,” ungkap Akmal.
Akmal menyebut orientasi sebagian masyarakat pemilih saat pemilu adalah “na peng ku top, hana peng hana ku top (ada uang mau mencoblos/memilih, tidak ada uang tak mau mencoblos”, yang mengakibatkan terjadinya perilaku transaksional.
“Ini sebenarnya sangat berbahaya dalam proses pengembangan demokrasi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap kontestan pemilu, baik pileg, pilpres, pilkada (pilsung) harus mengeluarkan kos [biaya] politik yang sangat besar untuk bisa meraih suara rakyat,” ujar Dosen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh ini.
Akmal melanjutkan, “Ini risiko dari budaya politik kita yang sudah terbangun sejak pasca-Reformasi. Namun, apa pun budaya yang melatarbelakangi proses demokrasi kita, yang penting kita sudah punya pemimpin yang sudah dipilih dan diharapkan oleh pemilih”.
“Demokrasi kita masih dalam proses. Mungkin suatu saat nanti akan ada regulasi baru pemilu Indonesia yang akan mengikis budaya transaksional ini. Maka akan lahir pemimpin yang lebih baik dari yang sudah dihasilkan sekarang. Proses demokrasi yang sudah berjalan selama ini adalah cermin dari tingkat demokrasi kita yang kita capai saat ini,” pungkas Akmal.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy