Pelayaran ke Sabang Diperketat, Penumpang Wajib Tercatat di Manifes

Penumpang kapal penyeberangan menuju Sabang
Penumpang kapal penyeberangan menuju Sabang terus melonjak di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Foto: Fakhrurrazi/Line1.News

Banda Aceh – Pengawasan keselamatan pelayaran di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh diperketat pascatragedi tenggelamnya Kapal Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, beberapa waktu lalu.

“Tidak hanya dalam konteks tragedinya Kapal Tunu Pratama kemarin. Tapi kita berkoordinasi bagaimana meningkatkan pengawasan keselamatan pelayaran,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penyelenggaraan Pelabuhan Penyeberangan Wilayah I Aceh, Husaini, Minggu, 13 Juli 2025.

Husaini mengingatkan Aceh pernah mengalami tragedi serupa pada 1996 dan berharap musibah itu tidak terulang lagi. Dia menilai kesadaran masyarakat penting untuk memitigasi risiko.

“Kita berharap tingkat tanggung jawab kita semua terhadap pengawasan keselamatan. Kemudian tingkat kesadaran masyarakat untuk selalu memproteksi diri dengan tercatat dalam manifes, beli tiket, apalagi tiketnya enggak mahal, ke Sabang itu enggak mahal,” ucapnya.

Husaini menjelaskan pencatatan penumpang di manifes bukan sekadar formalitas semata, melainkan bagian dari perlindungan bila terjadi insiden.

“Kalau tercatat, begitu ada kejadian mereka akan diasuransikan, penumpang semua diasuransikan, dan tahu siapapun yang menjadi korban. Mudah-mudahan ini bukan harapan kita terjadi kejadian, tapi kita proteksi dari berbagai risiko,” katanya.

Dalam pengawasan pelayaran, kata dia, UPTD bekerja dengan semua pihak, seperti Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP), KSOP, operator dari ASDP, hingga Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk menjaga keselamatan pelayaran.

“Di sini kita harus bisa berkolaborasi untuk menjaga keutuhan komunikasi dan keselamatan pelayaran yang paling penting,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala KSOP Malahayati, Amfami mengatakan bahwa selama proses pemberangkatan, pihaknya telah melakukan evaluasi untuk perbaikan peningkatan pengawasan pelayaran.

“Contohnya mungkin gate perlu kita sterilkan terkait dengan masuknya penumpang. Jadi penumpang kalau masuk, kita lihat kan semraut nih, nanti kita mau pasang di gate keberangkatan, harus kita cek di situ untuk tiketnya,” kata Amfami.

Amfami menilai kondisi saat ini masih menyulitkan petugas di lapangan dalam mendeteksi penumpang yang ingin masuk ke kapal.

“Kalau sekarang kita agak susah memeriksa satu-satu karena ada kendaraan, orang, jadi ramai. Yang ingin kita pastikan harus masuk dalam manifest semua penumpang yang naik di kapal,” pungkasnya.[]

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy