Aceh Utara

Tim SAR-Polsek Evakuasi Warga Terjebak Banjir di Baktiya, Tanggul Sungai Jebol di Lhoksukon

Tim SAR dan Polsek Baktiya evakuasi warga terjebak banjir
Tim SAR bersama personel Polsek Baktiya mengevakuasi sejumlah warga yang terjebak banjir di kawasan Gampong Pucok Alue dan Gampong Pulo Seuke, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Selasa, 25 November 2025. Foto: Humas Polres Aceh Utara

Lhoksukon – Tim SAR BPBD Aceh Utara bersama personel Polsek Baktiya mengevakuasi sejumlah warga yang terjebak banjir di Gampong Pucok Alue dan Gampong Pulo Seuke, Kecamatan Baktiya, Selasa, 25 November 2025.

Warga dievakuasi ke meunasah yang dijadikan lokasi pengungsian sementara. Ketinggian banjir di lokasi tersebut dilaporkan mencapai 50 hingga 70 sentimeter.

Kasi Humas Polres Aceh Utara, AKP Bambang mengatakan dalam proses evakuasi pihaknya mengutamakan kelompok rentan seperti wanita, anak-anak, dan warga lanjut usia (lansia) untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jajaran Polres Aceh Utara terus memantau situasi banjir yang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Utara sejak sepekan terakhir. Kami juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dalam penanganan bencana ini,” ujar Bambang dalam keterangannya, Selasa malam (25/11).

Baca juga: 1.754 Warga Aceh Utara Mengungsi Akibat Banjir

Data sementara delapan kecamatan di Aceh Utara terdampak banjir. Debit air juga dilaporkan terus meningkat seiring kondisi cuaca yang belum membaik.

“Aparat di lapangan terus melakukan pendataan dan meng-update kondisi terbaru sebagai dasar langkah-langkah kepolisian dalam memberikan bantuan serta pelayanan kepada masyarakat terdampak,” ujar Bambang.

Polres Aceh Utara mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Warga diminta untuk mengamankan dokumen penting dan barang berharga ke tempat lebih tinggi di rumah, menghindari aliran listrik di area yang tergenang, serta segera meminta bantuan petugas apabila membutuhkan proses evakuasi.

Tanggul Sungai Jebol

Sementara itu, dua titik tanggul sungai dilaporkan jebol pada Selasa (25/11), yakni tanggul Sungai Krueng Peuto di Gampong Krueng Km5 dan tanggul sungai di Gampong Kumbang LT Km7, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Kedua tanggul tersebut tak mampu menahan debit air yang terus meningkat akibat hujan deras sejak beberapa hari terakhir.

Air sungai yang meluap telah masuk ke permukiman warga dengan arus yang cukup deras. Kondisi ini membuat sejumlah wilayah di Kecamatan Lhoksukon masuk dalam kategori zona rawan banjir dan berpotensi terjadi pengungsian secara mendadak.

Kapolsek Lhoksukon AKP Parlindungan Parhusip mengimbau masyarakat lebih waspada dan bersiap terhadap kemungkinan terburuk.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Amankan barang berharga, dokumen penting, dan benda elektronik ke tempat lebih tinggi. Jika kondisi air kembali naik, segera menuju lokasi aman atau posko terdekat,” ujarnya.

Parlindungan Parhusip menyebut kondisi cuaca hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Petugas gabungan dari Polri, BPBD, serta aparatur gampong terus bersiaga di titik rawan untuk memantau peningkatan debit air dan membantu warga jika diperlukan evakuasi.

Polres Aceh Utara juga mengeluarkan imbauan penting untuk keselamatan masyarakat agar menghindari melintas di jalan yang tergenang dalam atau memiliki arus kuat. “Matikan aliran listrik di rumah jika air sudah masuk ke lantai rumah. Jauhi tepian sungai karena rawan longsoran dan arus deras. Segera melapor kepada petugas bila membutuhkan pertolongan. Pastikan anak-anak tetap dalam pengawasan dan tidak bermain di area banjir”.

“Kami berharap warga tetap mengikuti arahan petugas dan tidak meremehkan kondisi ini. Keselamatan jiwa adalah yang utama,” tegas Parlindungan Parhusip.

Petugas akan terus memantau dan menyampaikan informasi perkembangan banjir secara berkala kepada masyarakat hingga situasi kembali normal.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy