Banda Aceh – Harga kedelai yang menjadi bahan utama pembuatan tahu melonjak tinggi di pasaran. Kondisi ini berdampak bagi perajin tahu di Banda Aceh.
Muhammad Nasir, pemilik usaha tahu Bunga Indah di Gampong Batoh, Lueng Bata, Banda Aceh, mengatakan kedelai di pasaran naik dari harga Rp8.500 menjadi Rp10 ribu per kilogram.
“Harga kedelai sekarang mencapai Rp10 ribu per kilogram. Biasanya harganya Rp8.500 ribu. Naiknya semenjak bulan puasa kemarin,” ujar Nasir, kepada Line1.News, Jumat, 18 April 2025.
Nasir mengatakan biasanya usaha tahu miliknya menghabiskan 500 kilogram kedelai dalam sehari untuk membuat tahu. Imbas kenaikan bahan baku tersebut, produksinya terpaksa dikurangi.
“Kenaikan ini sangat berpengaruh pada kami. Produksinya kami kurangi, kadang-kadang 400-450 kilogram per hari,” kata Nasir.
Menurut Nasir, kenaikan harga bahan baku di pasaran tidak berpengaruh terhadap harga jual tahu kepada konsumen. Hanya saja, keuntungan yang didapat kini berkurang.
“Harga tahu Rp500 perbiji. Kalau kita jual kepada konsumen per ember seharga Rp120 ribu isinya 288 biji. Kami enggak bisa menaikkan harga tahu, cuma keuntungan kami berkurang,” jelasnya.
Tahu hasil produksi Bunga Indah milik Nasir, dikirim ke pedagang di pasar dalam wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Di antaranya, Pasar Al Mahirah, Pasar Peunayong, Pasar Ulee Kareng, dan Pasar Lambaro.
Dia berharap pemerintah memberi perhatian khusus terhadap kenaikan harga kedelai di pasaran. Sehingga meringankan beban perajin tahu di Banda Aceh.
“Harapannya pemerintah peduli terhadap kami. Harga kedelai bisa dikurangi, masyarakat pembeli di pasar juga senang,” pungkasnya.[]
Reporter: Fakhrurrazi


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy