Takengon – Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah diduga mencoba memeras dengan cara meminta “jatah” ke sejumlah kepala dinas.
Modusnya, beberapa anggota dewan dengan mengatasnamakan diri sebagai tim Panitia Khusus atau Pansus, datang menemui sejumlah kepala dinas secara terpisah. Setelah itu, ada legislator “nakal” diduga meminta sejumlah uang kepada beberapa kepala dinas atau kepala OPD (organisasi perangkat daerah).
Seorang kepala dinas (kadis) yang sempat didatangi tim Pansus beberapa pekan lalu, menceritakan hal itu kepada Line1.News via telepon, Minggu, 18 Mei 2025.
Pengakuan kadis itu yang menolak disebutkan namanya, tim Pansus datang ke kantornya mempertanyakan pekerjaan tahun anggaran 2024 lalu. Namun, kata dia, ada di antara anggota dewan tersebut meminta sejumlah uang.
Ditanya alasan atau atas dasar apa permintaan uang itu dan untuk apa, kadis tersebut berkata, “Ya, enggak tahu, uang malak, [minta] jatah”.
Kadis tersebut merasa pihaknya seperti diperas dengan permintaan uang itu. Kalau permintaannya tidak dituruti, kata dia, oknum dewan itu mengancam akan memperpanjang masalah yang ada di dinas, dari pelaporan sampai rekomendasi “buruk” akan mereka keluarkan.
Padahal, kata kadis itu, kegiatan tahun anggaran 2024 di dinasnya berjalan sesuai peraturan yang ada.
“Silakan melaporkan atau merekom [yang “buruk”], namun saya tidak akan memberikan sejumlah uang yang diminta, karena saya tahu itu melanggar hukum,” ujarnya.
Dia berencana menyampaikan permasalahan itu kepada Bupati Aceh Tengah untuk meminta arahan sebagai acuan menyikapi perilaku oknum dewan mengatasnamakan tim Pansus yang datang ke kantornya.
Di sisi lain, diketahui ada Tim Pansus DPRK Aceh Tengah yang melakukan pengawasan atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Aceh Tengah Tahun Anggaran 2024.
‘Pansus tidak Meminta’
Sementara itu, Ketua Pansus DPRK Aceh Tengah terkait LKPJ Bupati 2024, Syukri, dikonfirmasi Line1.News via pesan Whatsapp, Minggu sore, 18 Mei 2025, menjawab, “Waalaikumsalam, terima kasih, saya mengapresiasi atas konfirmasinya”.
“Baik saya sampaikan: 1. Tidak ada meminta dalam rangka pansus. 2. Tim pansus memiliki [dana] operasional dalam hal melaksanakan pansus,” kata Syukri.
Syukri juga menyampaikan, “Kalau ada waktu kiranya kita dapat duduk bersama kadis yang bersangkutan, untuk kita luruskan agar tidak menjadi asumsi yang kurang baik bagi kita semua, terima kasih atas perhatiannya kepada kami”.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy