Banda Aceh, Line1News – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Minggu, 11 Oktober 2026, memicu banjir besar yang merendam permukiman warga di sembilan kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang. Ketinggian air di sejumlah lokasi dilaporkan mencapai 1,5 meter.
Kondisi genangan di lapangan bergerak fluktuatif seiring dengan perubahan cuaca di wilayah hulu dan hilir.
“Sebagian wilayah debit air berangsur surut dan sebagian debit air bertambah,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, dalam keterangan resminya pada Senin, 12 Oktober 2026.
Berdasarkan data terkini, luapan air sungai telah merendam sedikitnya 19 desa yang tersebar di sembilan kecamatan terdampak, meliputi:
• Kecamatan Tenggulun
• Kecamatan Kejuruan Muda
• Kecamatan Karang Baru
• Kecamatan Bendahara
• Kecamatan Bandar Pusaka
• Kecamatan Tamiang Hulu (termasuk kawasan Rongoh)
• Kecamatan Seruway
• Kecamatan Rantau
• Kecamatan Kota Kualasimpang
Ratusan Warga Mengungsi
Bahron menjelaskan bahwa ketinggian debit air yang merendam permukiman warga bervariasi. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) bersama instansi terkait masih terus bersiaga dan melakukan pendataan menyeluruh terhadap jumlah total korban terdampak.
Akibat rumah mereka terendam air cukup tinggi, ratusan warga terpaksa dievakuasi dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Titik pengungsian terkonsentrasi di beberapa wilayah, di antaranya:
• 4 desa di Kecamatan Tenggulun
• 2 desa di Kecamatan Tamiang Hulu
• 1 desa di Kecamatan Kejuruan Muda
• 1 desa di Kecamatan Karang Baru
• 1 desa di Kecamatan Bendahara
Meski banjir cakupannya luas dan merendam puluhan rumah, otoritas penanggulangan bencana memastikan kondisi lapangan masih terkendali.
“Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa,” ujar Bahron.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy