Akui Kecolongan Rekrutmen Pemain Asing, Presiden Persiraja Pastikan Djakaridja Traore Dicoret!

Pemain asing Persiraja Banda Aceh Djakaridja Traore yang dicoret oleh Presiden Klub Dek Gam
Penyerang asing Persiraja Banda Aceh, Djakaridja Traore, saat beraksi di lapangan hijau. Presiden Persiraja Nazaruddin Dek Gam menegaskan manajemen wajib memutus kontrak pemain asal Pantai Gading ini karena dinilai tidak memperlihatkan progres performa yang memuaskan sepanjang musim berjalan, Rabu (14/10/2026). Foto: MO Persiraja

Banda Aceh, Line1News – Evaluasi radikal tengah berjalan di internal Persiraja Banda Aceh. Presiden Klub, Nazaruddin Dek Gam, memastikan bakal mendepak legiun asing Djakaridja Traore yang dinilai gagal memberikan kontribusi nyata bagi performa tim berjuluk Laskar Rencong tersebut.

Secara ksatria, Dek Gam juga mengakui adanya blunder dalam proses rekrutmen pemain asing pada bursa transfer lalu, sekaligus menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada para suporter setia dan seluruh masyarakat Aceh.

“Tentu saja pemain asing akan kita ganti nanti, terutama Djakaridja Traore. Saya lihat progresnya tidak ada. Ngapain dia di sini? Kita akan ganti dengan yang lebih baik,” tegas Dek Gam di Banda Aceh, Rabu, 14 Oktober 2026.

Bukan Lagi Rencana, Traore Harus Angkat Kaki

Dek Gam menekankan bahwa pencoretan striker asal Pantai Gading tersebut sudah menjadi keputusan final yang wajib dieksekusi manajemen demi menyelamatkan keharmonisan taktik dan kondisi internal tim.

“Traore bukan siap-siap bungkus baju, tapi harus. Kalau siap-siap masih ada harapan untuk diperpanjang. Tapi kalau harus itu kewajiban yang harus kita keluarkan dari tim, agar tim tidak rusak dengan adanya dia,” ujar Dek Gam.

Berbeda nasib dengan Traore, gelandang asing Martin Chaves tampaknya masih mendapatkan napas tambahan. Dek Gam menilai Chaves memperlihatkan grafik permainan yang impresif pada laga pamungkas.

“Pemain asing lain, Martin Chaves, kita lihat perkembangan dan saya lihat kemarin mainnya bagus. Yang salahkan bukan Chaves, yang salah si Djakaridja,” tambahnya.

Permohonan Maaf Terbuka untuk Publik Aceh

Sebagai pucuk pimpinan tertinggi klub, Anggota Komisi III DPR RI ini berjanji menjadikan kritik pedas dari pencinta sepak bola Aceh sebagai bahan bakar untuk membenahi kedalaman skuat Laskar Rencong.

“Saya selaku Presiden Persiraja memohon maaf kepada pecinta Persiraja, kepada masyarakat Aceh atas kesalahan rekrutmen pemain kemarin,” ujar Dek Gam jantan.

“Tentu saja saya selaku Presiden Persiraja akan memperbaiki dan akan menjawab kritik-kritik dari masyarakat tersebut agar Persiraja lebih baik lagi,” lanjutnya.

Efek Instan M. Ridwan dan Pembuktian di Semarang

Di sisi lain, angin segar mulai berembus pascapenunjukan arsitek anyar, Muhammad Ridwan. Kehadiran eks penggawa Timnas Indonesia tersebut diyakini mampu mengembalikan mental bertarung punggawa Laskar Rencong yang sempat terpuruk.

“Saya percaya penuh kepada pelatih baru, Muhammad Ridwan, karena pelatih baru ini saya yakin bisa memotivasi pemain-pemain untuk bangkit yang sempat down kemarin,” kata Dek Gam optimistis.

Hasilnya pun langsung terbukti nyata. Di luar dugaan banyak pengamat, Persiraja sukses mengamankan poin penuh dari markas PSIS Semarang, membalikkan semua prediksi miring yang awalnya meremehkan kekuatan tim asal ujung Sumatra ini.

“Alhamdulillah, kita kemarin dapat tiga poin di kandang PSIS Semarang. Yang katanya sebelum bertanding Persiraja sudah kalah duluan akan menjadi bulan-bulanan di Semarang,” tutur Dek Gam.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa kemenangan heroik di Semarang menjadi bukti sahih kekuatan tekad para pemain yang didorong oleh kekuatan doa masyarakat Aceh.

“Ternyata Allah berkehendak lain, doa-doa masyarakat Aceh juga dikabulkan kemarin. Kita menunjukkan bahwa kita bisa memenangkan pertandingan di Semarang kemarin,” pungkasnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy