Kalung Pintar ‘JAGA’ Inovasi Mahasiswa PNL Sabet Juara II Kompetisi Internasional USK

Tiga mahasiswa PNL memakai almamater kuning tersenyum bangga di atas panggung sambil memegang sertifikat, piala, handphone JAGA App, dan papan hadiah Juara 2 USK Global Award on Disaster Resilience 4.0.
Tim inovator Kalung Pintar JAGA dari Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL)—Nazril Kanahaya Akbar, Yuli Mulia Dinah, dan Raihan Saputra—berfoto bersama usai meraih Juara II pada ajang internasional Disaster Futuristic Idea Competition (DARE 4.0) di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. Foto: Dok. PNL

Lhokseumawe, Line1News — Mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali menunjukkan kapasitas inovasi dan daya saingnya yang superior di panggung internasional.

Melalui pengembangan teknologi mitigasi bencana berbasis perangkat pintar, tim mahasiswa PNL berhasil meraih Juara II pada ajang bergengsi Disaster Futuristic Idea Competition – USK Global Award on Disaster Resilience 4.0 (DARE 4.0). Kompetisi global yang diikuti perwakilan dari delapan negara ini berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh.

Inovasi mutakhir yang mengantarkan tim PNL meraih podium juara tersebut diberi nama JAGA. Ini merupakan sebuah ekosistem teknologi kebencanaan terpadu yang mengintegrasikan perangkat kalung pintar (JAGA Necklace) dengan aplikasi pemantauan dan koordinasi penyelamatan (JAGA App).

Sistem ini dirancang khusus untuk meningkatkan efektivitas peringatan dini, mempercepat respons kedaruratan, serta mendukung proses evakuasi yang lebih inklusif, terutama bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

Cara Kerja JAGA: Integrasi Wearable Technology dan Web Dashboard

Ekosistem JAGA bekerja secara simultan melalui dua perangkat utama:

• JAGA Necklace: Perangkat teknologi yang dapat dikenakan (wearable technology) dan dilengkapi fitur peringatan darurat melalui getaran serta suara. Perangkat ini juga dipersenjatai tombol darurat untuk mengirimkan sinyal SOS instan saat pengguna berada dalam bahaya.

• JAGA App & Web Dashboard: Dikembangkan sebagai sistem pemantauan berbasis aplikasi guna memudahkan tim penyelamat mengidentifikasi koordinat lokasi pengguna secara real-time. Sistem ini mendukung pengambilan keputusan evakuasi secara lebih cepat, terarah, dan akurat.

Karya hebat ini lahir dari kolaborasi lintas jurusan tiga mahasiswa PNL. Mereka adalah Raihan Saputra (Prodi Teknologi Rekayasa Mekatronika) selaku Ketua Tim & Hardware Engineer; Nazril Kanahaya Akbar (Prodi Teknik Informatika) sebagai Project Manager; serta Yuli Mulia Dinah (Prodi Teknik Informatika) sebagai Application Developer.

Perwujudan Visi Vokasi Berdaya Saing Global

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PNL, Ir. Syukri, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan tim yang mampu menghadirkan inovasi teknologi berorientasi kemanusiaan.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PNL memiliki kompetensi, kreativitas, dan kemampuan berinovasi yang mampu bersaing pada level internasional. Capaian tersebut sejalan dengan visi PNL untuk menjadi institusi pendidikan vokasi yang berdaya saing global, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari kampus mampu menjawab tantangan nyata masyarakat,” kata Syukri, Kamis (22/10/2026).

Ia menegaskan, esensi daya saing global harus tercermin dari sejauh mana hasilnya mampu memberikan solusi bagi persoalan kemanusiaan. Oleh karena itu, PNL berkomitmen kuat untuk terus mendorong riset terapan, kolaborasi multidisiplin, serta hilirisasi karya mahasiswa secara berkelanjutan.

Apresiasi senada datang dari dosen pembimbing tim, Salahuddin, S.ST., M.T. Ia menilai inovasi JAGA memiliki potensi besar untuk disempurnakan lagi ke depan, terutama pada aspek keandalan sistem pelacakan dan integrasi teknologi komunikasi darurat.

Selesaikan Prototipe Hanya dalam Waktu Satu Minggu

Ketua Tim JAGA, Raihan Saputra, mengungkapkan bahwa raihan trofi juara ini dilewati melalui proses persiapan yang sangat mepet dan penuh tekanan. Timnya hanya memiliki waktu efektif sekitar satu minggu untuk merakit prototipe perangkat keras sekaligus membangun sistem aplikasi yang terintegrasi.

“Kami harus merancang dan menyelesaikan prototipe fisik beserta aplikasinya hanya dalam waktu satu minggu. Bahkan, karya baru berhasil kami kirimkan beberapa jam sebelum batas akhir pendaftaran ditutup,” ungkap Raihan terbuka.

Meski dihimpit keterbatasan waktu, tim PNL sukses memukau dewan juri internasional lewat demonstrasi fungsi prototipe secara langsung. Pengalaman manis ini semakin memacu kepercayaan diri mereka untuk terus melahirkan solusi berbasis teknologi di masa depan.

“Bagi saya pribadi, pengalaman ini kembali meyakinkan saya pada satu hal. Saya yakin, berani mencoba adalah langkah awal untuk mencapai sesuatu yang jauh lebih besar dan sering kali tak disangka-sangka,” pungkas Raihan penuh semangat.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy