Bukan Main! Santriwati Aceh Besar Ambil Alih Seluruh Petugas Upacara Hari Santri 2026

Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Besar, Saifuddin atau Yahwa, sedang memberikan amanat di atas mimbar upacara Hari Santri Nasional 2026 dengan latar belakang baliho bertuliskan Hari Santri 2026
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin (Yahwa), saat bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pesantren Al Manar, Kamis (22/10/2026). Foto: Humas Kemenag Aceh Besar

Aceh Besar, Line1News – Ada yang berbeda dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Aceh Besar. Seluruh posisi petugas upacara—mulai dari pemimpin (komandan) upacara, pengibar bendera, komandan barisan, hingga pembaca doa—secara penuh diambil alih oleh santriwati.

Momen ikonis ini tersaji saat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Besar menggelar upacara HSN di Pesantren Al Manar, Kamis, 22 Oktober 2026.

Para petugas tampil anggun sekaligus tegas dengan pakaian yang disesuaikan dengan tugas masing-masing. Sementara itu, peserta upacara laki-laki tampak khidmat mengenakan kopiah dan kain sarung, bersanding dengan peserta perempuan yang mengenakan busana terusan dipadu jilbab hitam.

Simbol Kepemimpinan Perempuan

[Seorang santriwati bertindak sebagai Pemimpin Upacara dengan sigap dan khidmat memimpin jalannya upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pesantren Al Manar, Aceh Besar, Kamis (22/10/2026). Penunjukan seluruh petugas dari kalangan santriwati ini menjadi simbol kapasitas kepemimpinan perempuan di momentum nasional. Foto: Humas Kemenag Aceh Besar]

Kepala Kemenag Aceh Besar, Saifuddin akrab disapa Yahwa, menegaskan bahwa penunjukan santriwati sebagai petugas penuh ini bukan tanpa alasan. Langkah tersebut menjadi bukti nyata atas kapasitas perempuan dalam menjalankan peran-peran kepemimpinan strategis.

“Ini membuktikan bahwa santri putri memiliki keterampilan kepemimpinan yang setara dalam momentum nasional,” kata Yahwa.

Dedikasi para santriwati ini pun tidak main-main. Yahwa menceritakan bagaimana kerja keras mereka sudah terlihat sejak awal persiapan. Demi menyuguhkan performa terbaik pada hari H, mereka rela berlatih tanpa kenal lelah, siang dan malam.

Bagi Yahwa, keterlibatan aktif kaum perempuan ini mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya membuka ruang seluas-luasnya bagi mereka untuk mengasah potensi, baik di ranah kepemimpinan maupun pengabdian masyarakat.

“Ini adalah bentuk kesetaraan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Apalagi mereka semua santriwati, penerus masa depan,” ujar Yahwa.

Menuju Indonesia Emas

Dalam kesempatan tersebut, Yahwa bertindak sebagai inspektur upacara turut membacakan amanat dari Menteri Agama Profesor Nasaruddin Umar. Pesan Menag menekankan bahwa Hari Santri harus diletakkan sebagai momentum penting untuk merawat ingatan sejarah, sekaligus memperkokoh kontribusi santri bagi masa depan bangsa.

Sejarah mencatat, peringatan yang jatuh setiap 22 Oktober ini berakar dari perjuangan besar ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Sejarah mencatat, Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 telah membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan,” lanjutnya.

Selaras dengan semangat zaman, HSN 2026 kali ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Sebuah tema besar yang membawa pesan bahwa estafet masa depan bangsa kini berada di pundak para santri.

Jika di masa lampau santri angkat senjata melawan penjajah, maka di era modern ini tantangannya telah bertransformasi. Santri hari ini dituntut menguatkan fondasi negara lewat penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan yang paling utama, akhlak mulia.

“Tantangan zaman memang berubah, tetapi semangat pengabdian kepada negeri tercinta ini, bagi seorang santri, tidak boleh padam,” pungkas Yahwa, menutup sambutan dari Menteri Agama.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy