Sigli – April 2025 lalu, sebanyak 25 investor Cina dikabarkan bakal datang ke Pidie. Mereka akan dibawa oleh seseorang bernama Lucyta Anie Razak yang disebut sebagai Sekjen Kamar Dagang Hangzou Commerce Indonesia.
Lucyta bahkan mengirim surat yang dikutip beberapa media lokal Aceh terkait kunjungannya tersebut. Disebutkan dalam surat itu, untuk mendukung program pemerintah pusat dalam kedaulatan pangan, ketahanan pangan, kemandirian pangan dan swasembada pangan, Kamar Dagang Hangzou Commerce Indonesia akan melakukan kunjungan kerja audensi ke pemerintah kabupaten kota di Aceh, termasuk Pidie.
“Dengan agenda kerja membangun sektor pertanian, perikanan, alat-alat berat, tambang, membangun dermaga, cold storage, perumahan sederhana dan pembangunan silo di Provinsi Aceh,” imbuhnya.
Adapun kunjungan kerja tersebut akan dilakukan pada pekan keempat April 2025. Kunjungan akan dilakukan oleh tim yang berjumlah 25 orang, serta dari pengusaha Malaysia untuk membantu cara pengelolaan sampah di Aceh.
“Besar harapan kami untuk dapat bekerja sama dengan pemerintah Aceh,” ujar Lucyta.
Baca juga: Dek Fad Terima Pengusaha Cina, Ini Yang Dipaparkannya
Kamis malam, 1 Mei 2025, Lucyta memang membawa pengusaha Cina yang disebut calon investor, bertemu Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad. Namun, jumlahnya bukan 25 orang.
Humas Pemerintah Aceh merilis foto pertemuan Dek Fad dengan empat pengusaha Cina di rumah dinasnya. Dalam pertemuan itu Dek Fad mempromosikan berbagai potensi alam di Aceh. Salah satunya pembangunan pelabuhan untuk kebutuhan ekspor hasil laut.
Sementara Lucyta mengatakan dia membawa seorang pengusaha bernama Wang yang membawahi 23 perusahaan di Hangzhou dalam pertemuan dengan Dek Fad.
“Mr Wang sangat berminat pada cumi-cumi, lobster dan teripang, jika ada pelabuhan ekspor dari Aceh tentu sangat bagus. Saat ini sudah ada 10 perusahaan yang ingin berinvestasi di Aceh, khususnya di bidang perikanan,” ujarnya.
Selain itu, kata Lucyta, nanti juga akan ada perusahaan yang ingin berinvestasi di sektor agrobisnis. “Karena itu, Mr Wang ingin adanya perjanjian kerja sama resmi antara Pemerintah Aceh dengan Hangzhou Chamber of Commerce, agar Mr Wang bisa menyampaikan hal ini dengan teman-teman investor di Hangzhou.”
Baca juga: Kunjungi Peternakan Telur Modern di Cina, Mualem: Aceh Mampu Bangun Seperti Ini
Hangzhou merupakan ibu kota Provinsi Zhejiang. Letaknya di timur Cina, sekira 928 kilometer dari Zhengzhou, ibu kota Provinsi Henan.
Pertengahan Oktober lalu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem berbicara dalam forum kerja sama Asean–Cina bidang pangan dan pertanian, yang digelar di Zhengzhou.
Mualem juga sempat meninjau fasilitas produksi Xinxiang Anlong Agricultural Technology, yang dikenal sebagai peternakan ayam petelur terbesar dan termodern di Henan.
Apakah kedatangan Mualem ke Henan ada kaitannya dengan para pengusaha Cina yang dibawa Lucyta sebelumnya? Line1.News belum memperoleh penjelasan soal ini dari Pemerintah Aceh.
Namun, saat pertemuan dengan Dek Fad awal Mei itu, Lucyta juga mengklaim sempat membawa puluhan orang di Pidie mengikuti pelatihan di Serang.
“Beberapa waktu lalu, bersama teman kami Bang Adi Laweung (Plt Ketua Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Pidie Jaya), kami membawa puluhan masyarakat Aceh untuk mengikuti pelatihan di Serang Banten,” ujar Lucyta.
Pada 10-14 April 2025, Pemkab Pidie memang mengirimkan 20 peserta untuk mengikuti pelatihan pertanian pangan revolusioner produktivitas di Pusat Penelitian Pengembangan dan Penerapan Bioteknologi Mikroba Google, Cinangka, Serang.
Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra dalam keterangan tertulis diterima Line1.News menyebutkan di sela pelatihan itu, ia dan Bupati Pidie Sarjani Abdullah ikut datang melihat panen padi Trisakti yang memakai pupuk mikroba Google di Serang.
Di foto yang dikirimkan Anwar, tampak Luyita di situ bersama rombongan Pemkab Pidie. Bersama Sarjani, Anwar, Adi Laweueng, dan lainnya, Lucyta ikut memegang arit saat mereka berpose di tengah hamparan padi trisakti.
Baca juga: 25 Pengusaha Cina Bakal Datang ke Pidie Akhir Bulan Ini
Lantas, bagaimana dengan rencana kedatangan 25 calon investor Cina ke Pidie yang disebutkan Lucyta? Juru Bicara (Jubir) Pemkab Pidie Andi Firdaus Lancok mengaku belum ada kejelasan.
“Hingga saat ini belum ada informasi seperti apa tindak lanjutnya,” ujar Andi kepada Line1.News, Kamis, 6 November 2025.
Dengan nada normatif ia menambahkan, Pemkab Pidie menyambut baik dan membuka diri terhadap kehadiran para investor yang ingin berinvestasi.
“Kami percaya, investasi yang sehat dan berkelanjutan akan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru, serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bupati Sarjani, tambah Andi, selalu berkomitmen untuk memberikan kemudahan dan kepastian bagi para investor, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Kami juga memastikan bahwa setiap investasi yang masuk akan sejalan dengan kepentingan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat sektor unggulan daerah seperti pertanian, perikanan, pariwisata, dan industri kreatif,” ucapnya.
Pemkab, pungkas Andi, berharap siapa pun investor yang menjalin kerja sama agar dapat memberikan manfaat besar bagi pembangunan Pidie.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy