Jakarta – Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) menilai efek gerakan boikot produk terafiliasi Israel mendapatkan perlawanan dari gerai-gerai besar seperti McD dan Starbucks.
McD atau McDonald’s merupakan jaringan restoran cepat saji terbesar di dunia. Sedangkan Starbucks perusahaan kopi dan jaringan kedai kopi global. Kedua perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat ini sekarang memasang logo halal di depan tokonya.
“Tampaknya mereka mulai terdesak oleh gerakan boikot produk yang terafiliasi Israel. Sehingga mereka ingin meraih simpati dengan memasang logo halal,” ujar Juru Bicara dan Aktivis YKMI, Megel Jekson dilansir Republika, Kamis, 22 Mei 2025.
Atas dasar itu, Megel melihat gerakan boikot produk terafiliasi Israel bersifat permanen, khususnya terhadap produk kopi dan makanan cepat saji.
Di sisi lain, gerakan boikot akan menumbuhkan industri lokal.
“Bagi YKMI hal-hal demikian sudah kita prediksi jauh-jauh hari, sejak kampanye boikot dilakukan lebih keras, kita sudah prediksi bahwa boikot ini akan kemudian berdampak pada tumbuhnya industri lokal atau beralihnya atau bergesernya pola konsumsi masyarakat [ke produk lokal],” ujarnya.
Megel mengungkapkan, sebelumnya YKMI dikritik karena menyebut gerakan boikot produk terafiliasi Israel akan menumbuhkan industri lokal. Pihak yang mengkritik mengatakan bahwa gerakan boikot malah akan menimbulkan PHK.
Apa yang dirasakan sekarang, tambah Megel, efek boikot membawa berkah bagi industri lokal. Sebab, konsumen Muslim yang taat fatwa MUI akan memilih produk yang tidak terafiliasi Israel.
“Konsumen Muslim juga tahu produk A, produk B, produk C yang terafiliasi Israel, mereka dengan sadar beralih ke produk yang tidak terafiliasi Israel,” ujarnya.
Namun, untuk produk seperti diaper, susu bayi, sabun dari Unilever misalnya, belum ada produk lokal untuk jadi alternatif konsumen. Jadi, konsumen belum sepenuhnya pindah ke produk lokal.
“Sekarang yang perlu dilakukan pemerintah itu menumbuhkan atau mendukung industri-industri lokal,” ujar dia.
Aktivis Peduli Palestina dan YKMI Ahmad Himawan mengatakan, pemerintah perlu mendukung UMKM lokal agar bisa bersaing dengan produk global yang terafiliasi Israel. Sehingga masyarakat yang menghindari produk terafiliasi Israel, punya pilihan produk lokal yang berkualitas.
“Jadi produk lokal sebagai alternatif itu memang harus disiapkan dan didukung pemerintah agar bisa punya daya saing tidak hanya di tingkat nasional tapi juga global.”
Sebelumnya Pusat Riset Agama dan Kepercayaan (PRAK) pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Indonesia Halal Watch (IHW) mengungkap hasil riset nasional bertema ‘Fatwa Boikot MUI dan Dampaknya terhadap Pertumbuhan Industri Nasional’. Hasil riset itu memperlihatkan masyarakat Indonesia mulai memilih produk lokal dan menghindari produk terafiliasi Israel.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy