Jakarta — Film drama sepak bola “Forza” besutan sutradara Marco Balsamo resmi digandeng oleh agen penjualan internasional EST N8. Perusahaan distribusi tersebut siap memboyong film yang mengambil latar di Bali dan Milan ini ke pasar TIFFCOM di Tokyo International Film Festival pada 28–30 Oktober 2026. Namun sebelum terbang ke Jepang, “Forza” merayakan penayangan perdana publiknya (public screening), Minggu, 25 Oktober 2026, di ajang Jakarta Film Week.
Melansir Variety, Sabtu (24/10/2026), film panjang perdana Balsamo sebagai sutradara ini menyoroti kisah Bima, bocah berusia 11 tahun asal Bali yang menggantungkan mimpi menjadi pesepak bola profesional demi mengangkat derajat ekonomi keluarganya. Takdir kemudian mempertemukannya dengan seorang mantan pemain bintang AC Milan yang tengah berada di pengujung kariernya. Hubungan emosional yang tak terduga di antara keduanya mengubah cara pandang hidup mereka masing-masing.
Aktor pendatang baru Ghazi Alhabsyi dipercaya menjadi pemeran utama. Menariknya, sang sutradara Marco Balsamo juga ikut tampil di depan layar bersama aktris Tara Sibel Demren. Deretan bintang papan atas Indonesia peraih Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) seperti Atiqah Hasiholan, Oka Antara, dan Tio Pakusadewo turut memperkuat jajaran pemain, bersanding dengan ikon legendaris AC Milan, Alessandro Costacurta.
Laris Manis di Pasar Domestik
Skenario film ini ditulis langsung oleh Balsamo yang juga bertindak sebagai produser bersama Demren. Proyek yang diinisiasi oleh Riva Studios ini turut menggandeng nama besar Ario Sagantoro, sosok di balik kesuksesan waralaba film aksi legendaris “The Raid“, sebagai salah satu produser. Sementara untuk distribusi di bioskop tanah air, Adhya Pictures telah mengamankan hak tayang yang dijadwalkan rilis pada tahun 2027.
Antusiasme pencinta sinema domestik terbukti sangat masif. Dua gelombang penjualan tiket daring untuk sesi pemutaran di CGV Grand Indonesia Jakarta dilaporkan langsung ludes terjual (sold out) hanya dalam waktu kurang dari lima menit.
“‘Forza’ mengikuti perjalanan seorang anak laki-laki dari Bali dan seorang mantan pesepak bola profesional yang saling membuka pintu kesempatan baru bagi satu sama lain, dan film ini menjembatani Indonesia dan Italia lewat cara yang hanya bisa dilakukan oleh sepak bola,” ujar Sophie Shi, Head of Studios di EST N8.
“Ini adalah film untuk penonton di seluruh dunia, membawa kisah tentang keluarga dan harapan yang melampaui batas bahasa serta budaya. Misi kami adalah membawa cerita-cerita Asia yang berani ke hadapan penonton global, dan sebuah film keluarga yang diceritakan melalui olahraga paling populer di dunia ini memang dirancang untuk menjelajah jauh. Kami bangga meluncurkan ‘Forza’ kepada para pembeli di TIFFCOM.”
Kesepakatan bisnis global ini dinegosiasikan oleh Sophie Shi dan Jan Paul Villanueva dari pihak EST N8, sementara Marco Balsamo dan Tara Sibel Demren mewakili Riva Studios. Villanueva selaku EVP Acquisitions and Global Distribution bakal memimpin tim penjualan internasional bersama Cathy Ni (Head of Sales and U.S. Distribution) dan Shams Pasha (Global Sales and Marketing Executive).
“Kami telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membawa ‘Forza’ ke layar lebar, dan Indonesia telah menjadi jantung dari proyek ini sejak awal,” kata Balsamo.
“Film ini adalah wujud dari cinta dan bukti kegigihan serta kolaborasi di balik pembuatan film independen. Berbagi film ini di Jakarta Film Week terasa sangat berarti bagi kami. Ini adalah momen yang sudah lama kami nantikan.”
Sinema yang Menyatukan Keluarga
Tara Sibel Demren, salah satu pendiri Riva Studios, menambahkan bahwa film ini memang dirancang agar dapat ditonton bersama oleh seluruh anggota keluarga dan menjadi pemantik diskusi hangat setelahnya.
“Kami berharap perjalanan Bima mengingatkan penonton tentang betapa pentingnya memiliki seseorang yang percaya pada Anda, terutama ketika impian Anda terasa sulit digapai,” ungkap Demren.
“Melihat kedua gelombang rilis tiket terisi begitu cepat adalah awal yang sangat membesarkan hati. Kami sangat menantikan untuk mendengar reaksi dari para penonton.”
Demren dan Balsamo mendirikan Riva Studios pada tahun 2022 sebagai rumah produksi independen yang bergerak di bidang live-action, animasi, dan musik. Pada tahun 2024, mereka memperluas ekspansi dengan mengakuisisi studio animasi asal Prancis, TeamTO. Film “Forza” ini sekaligus menandai debut film fitur live-action perdana mereka.
Selain “Forza“, EST N8 juga memboyong jajaran film Asia bergengsi lainnya ke TIFFCOM, termasuk film horor Thailand “Tame” (B-EST Pictures), film crime thriller Manila “Jaguar” (Dean Colin Marcial), film peraih Big Screen Award IFFR “Master” (Rezwan Shahriar Sumit), animasi fiksi ilmiah Korea “Pilgrims” (Heo Pyoungkang), serta horor Jepang “The Invisible Half” (Nishiyama Masaki).
Sebagai kekuatan baru hasil gabungan EST Studios dan N8, perusahaan yang berbasis di Los Angeles dan Bangkok ini telah sukses menjual dan mendistribusikan lebih dari 60 judul film ke lebih dari 100 wilayah global. Portofolio mereka mencakup film-film elite seperti “Hidden Letters” (masuk daftar pendek Oscar & nominasi Emmy), “The Monk and the Gun” (perwakilan Oscar dari Bhutan), “A Useful Ghost” (pemenang Grand Prize Cannes Critics’ Week), hingga “Blood Brothers” yang sempat memuncaki tangga film global Netflix.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy