Jakarta – Indonesia mengirimkan 120 ton bantuan senilai USD 1,2 juta untuk korban gempa Myanmar, Kamis, 3 April 2025. Dari jumlah tersebut, 64 ton sumbangan swasta dan 60 ton bantuan pemerintah.
Misi bantuan kemanusiaan itu dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno. Dalam misi tersebut, ikut juga jajaran pejabat dari BNPB, Kemenlu, Kemenko PMK, BASARNAS, dan BAZNAS.
Hingga hari ini, sekitar 20 ton bantuan sudah di Myanmar. Selain itu, Indonesia juga mengirimkan 157 personel INASAR (Search and Rescue) dan EMT (Emergency Medical Team). Sebanyak 69 orang di antaranya diberangkatkan hari ini.
Sebelumnya, pada Senin, 1 April 2025, Indonesia telah mengirimkan bantuan yang disertai dengan pengerahan 61 personel INASAR.
Baca juga: Korban Tewas Gempa Myanmar Seribu Lebih, Prabowo Sebut Indonesia Siap Bantu Pemulihan
Menteri Luar Negeri Sugiono saat melepas bantuan kemanusiaan Indonesia untuk korban gempa Myanmar di Base Ops Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta mengatakan, bantuan 124 ton itu sebagian besar barang berupa kebutuhan darurat seperti shelter, obat-obatan, dan alat kesehatan.
Bantuan dikirimkan atas instruksi Presiden RI sebagai bentuk respons terhadap permintaan Pemerintah Myanmar untuk ikut membantu mengurangi beban kerugian yang sangat besar akibat dampak bencana gempa pada 28 Maret 2025.
“Setelah tanggal 28 Maret kemarin, kami berkoordinasi dengan Kemenko PMK dan BNPB untuk menyiapkan bantuan kemanusiaan kepada Myanmar. Di saat yang bersamaan juga ada rapat darurat seluruh Menteri Luar Negeri di Asean untuk mengoordinasikan langkah-langkah pemberian bantuan kemanusiaan untuk Myanmar yang sifatnya tanggap darurat,” ujar Sugiono dikutip dari kemlu.go.id.
Ia menyebutkan pengiriman bantuan itu merupakan bentuk solidaritas rakyat Indonesia kepada rakyat Myanmar.
“Pemerintah Indonesia berharap bantuan berisi obat-obatan, alat sanitasi, dan kebutuhan pokok dari masyarakat Indonesia tersebut dapat membantu meringankan beban penderitaan rakyat Myanmar yang terdampak,” ujar Sugiono.
Baca juga: Gempa 7,7 Skala Richter Goyang Myanmar, Gedung di Thailand Ambruk
Dia juga menyampaikan bahwa bantuan tersebut hasil kontribusi berbagi unsur baik pemerintah maupun swasta, antara lain Kemenko PMK, BNPB, Kemenkes, Kementan, Kemhan, TNI, Basarnas, Kementerian Pertanian, Garuda Indonesia, Baznas, Dompet Dhuafa, dan lain sebagainya.
Sugiono menambahkan, diplomasi kemanusiaan Indonesia didasari semangat kemanusiaan dan solidaritas sesama anggota Asean. Pemberian bantuan itu juga mengedepankan aspek inklusivitas bagi semua yang terdampak di Myanmar.
Sebelumnya pada 24 Juni 2023 Indonesia juga mengirimkan bantuan bagi korban Siklon Mocha di Myanmar. Saat itu, bantuan yang dikirimkan seberat 45 ton dengan estimasi nilai sebesar Rp7,7 miliar.
Pusat gempa di Myanmar berkekuatan 7,7 skala Richter, berjarak 13 kilometer arah barat laut dari Kota Sagaing, dengan gempa susulan di dua kota terbesar di Myanmar, yakni Mandalay dan ibu kota Nay Pyi Taw. Berdasarkan catatan Pemerintah Indonesia per 3 April 2025, terdapat 2.886 korban jiwa, 4.639 luka-luka, dan kurang lebih 300 orang dinyatakan hilang.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy