Kalahkan Barca, Agregat 7-6 Gol Antar Inter Milan ke Final Liga Champions

Inter milan
Ekspresi Lamine Yamal di antara para pemain Inter Milan. Pemain yang disebut 'bocah ajaib' ini gagal mengantarkan Barcelona ke final Liga Champions. Foto: barcablaugranes.com

Milan – Inter Milan lolos ke final Liga Champions lewat perjuangan luar biasa. Mereka mampu mengalahkan tim raksasa Spanyol Barcelona berkat drama 13 gol di semifinal.

Sebelum leg pertama semifinal berlangsung, Barcelona menjadi favorit juara Liga Champions 2024-2025. Terlebih mereka saat ini memiliki Lamine Yamal dan Raphinha yang bisa jadi pembeda.

Namun, ketekunan Inter Milan meruntuhkan prediksi banyak orang. Barcelona dibuat tak leluasa mengeluarkan magisnya di sepanjang dua laga semifinal.

Di lega pertama, Inter berhasil menahan imbang Barcelona 3-3 di depan suporternya. Hasil ini terbilang mengejutkan karena Barcelona sebelumnya baru saja menyegel gelar Copa del Rey usai menaklukkan musuh bebuyutan mereka, Real Madrid.

Menjelang leg kedua, Barcelona tetap diunggulkan untuk memenangkan laga tandang di Milan. Lamine Yamal jadi sorotan karena memiliki kualitas di atas rata-rata.

Namun, Inter lagi-lagi membuktikan bahwa pengalaman mereka sebagai tim berpengalaman di Liga Champions tak boleh dipandang sebelah mata. Bermain di kandang sendiri, Nerazzuri kembali membuktikan diri sebagai tim yang mampu merusak Los Blaugrana.

La Beneamata lagi-lagi berhasil memimpin dua gol lebih dulu di pada leg kedua. Dua gol keunggulan Inter dicetak Lautaro Martinez dan penalti Hakan Calhanoglu.

Barcelona sempat bangkit dan berbalik memimpin 3-2 berkat aksi Eric Garcia, Dani Olmo, dan Raphinha. Namun, perjuangan gigih tuan rumah membuyarkan mimpi Barcelona.

Barcelona yang menyangka bakal lolos ke final tak menyangka Francesco Acerbi berhasil menyamakan kedudukan di masa injury time babak kedua. Akibat gol pemain “gaek” ini–37 tahun–laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Di babak tambahan, Davide Frattesi muncul sebagai pahlawan kemenangan Inter berkat gol tunggal yang dijaringkan di menit ke-99. Keunggulan Inter 4-3 bertahan hingga laga usai.

Kemenangan ini memastikan Inter lolos ke final Liga Champions berkat keunggulan agregat 7-6. Total 13 gol tercipta untuk memastikan tim pemenang yang berhak melaju ke final.

Opta mencatat, kemenangan Inter Milan atas Barcelona kini menyamai rekor pertandingan dengan skor tertinggi dalam sejarah Liga Champions Eropa. Sebelumnya Liverpool juga sukses mengalahkan AS Roma dengan agregat 7-6 di semifinal Liga Champions 2017-2018.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy