Lhokseumawe, Line1News – Suasana mendalam penuh keharuan menyelimuti rumah duka almarhum Muhammad Rasya Fadilla di Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Di tengah kedukaan yang belum pulih, proses pencarian keadilan atas kematian calon taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh tersebut resmi bergulir ke ranah hukum.
Pada Jumat, 2 Oktober 2026 hari ini, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banda Aceh mendatangi langsung pihak keluarga guna memintai keterangan dari kedua orang tua almarhum sebagai saksi.
Pemeriksaan Maraton di Tengah Suasana Berkabung
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, proses pemeriksaan berlangsung maraton di dalam rumah duka selama beberapa jam, dimulai sejak pukul 09.00 hingga 15.30 waktu Aceh.
Dua petugas kepolisian yang mengenakan rompi resmi berlogo Bareskrim tampak memberikan pertanyaan secara bergantian kepada ibu korban, Nurlaila (47), dan sang ayah, Andi (48). Proses ini sesekali terjeda ketika kedua orang tua korban menyempatkan diri menyambut kerabat dan tetangga yang datang bertakziah.
Usai pemeriksaan, Nurlaila mengungkapkan bahwa dirinya menjawab sekitar 68 pertanyaan dari penyidik. Pertanyaan tersebut menguliti riwayat pendidikan Rasya, asal-usul keluarga, kondisi fisik korban, hingga kondisinya sebelum berangkat menempuh pendidikan di Poltekpel Malahayati.
Sementara itu, sang suami dicecar dengan sekitar 62 pertanyaan oleh tim penyidik.
“Pertanyaannya berbeda-beda terkait dengan keseharian korban, dan kesehatan korban untuk menggali informasi awal sebagai saksi,” ungkap Nurlaila kepada para jurnalis.
Hari Kelima: Gelombang Simpati Terus Mengalir
Memasuki hari kelima pasca-dikebumikannya remaja berusia 18 tahun tersebut pada Senin (28/9) lalu, riak simpati masyarakat belum surut. Rumah duka terus dipadati oleh pelayat dari berbagai elemen, mulai dari sanak saudara hingga rekan sejawat orang tua korban yang datang memberikan topangan moral dan kekuatan.
Sebagaimana diketahui, Muhammad Rasya Fadilla mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan intensif di RSUDZA Banda Aceh pada Minggu sore (27/9/2026). Sebelumnya, Rasya dikabarkan sempat dirawat di Klinik Poltekpel Malahayati Aceh pada Sabtu sore (26/9).
Menurut pihak keluarga, saat melihat langsung kondisi fisik jenazah Rasya ketika dimandikan, terdapat sejumlah tanda yang tidak wajar di tubuh korban.
Hingga kini, publik dan pihak keluarga masih menanti kejelasan utuh mengenai penyebab pasti kematian sang calon taruna melalui penyelidikan kepolisian.[]
Baca Juga:
• Polisi Selidiki Penyebab Kematian Taruna Poltekpel Malahayati Aceh
• Ratapan Pilu Ibu Taruna Poltekpel Malahayati: “Abang Pengin Menikah Pakai Pedang Pora, Bunda…”


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy