Yogyakarta – Di tengah gempuran informasi digital yang sering kali membingungkan masyarakat, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi bekerja sama dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) untuk membangun ekosistem informasi yang lebih sehat dan kredibel.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, bersama Rektor UAJY, Doktor G. Sri Nurhartanto, di Auditorium Kampus 4 UAJY, Jumat, 10 April 2026. Acara dilanjutkan kuliah umum oleh Ketua Umum AMSI dengan mengusung tema “Kekuatan Profesi Jurnalis di Era Digital”.
Menjawab Keresahan Publik
Rektor UAJY, Sri Nurhartanto, mengungkapkan saat ini masyarakat justru merasa terancam oleh “banjir informasi” yang sulit dipilah kebenarannya. Sebagai solusi, UAJY membuka pintu lebar bagi media untuk mengakses pakar dan hasil riset akademik mereka.
“Kami ingin media menyajikan berita yang tajam, objektif, dan independen. Kami punya pakar dan hasil riset yang bisa digunakan media agar produk jurnalistiknya semakin terpercaya,” tegas Sri Nurhartanto.
Menjembatani Menara Gading ke Ruang Publik
Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menyambut baik sinergi ini. Menurutnya, selama ini banyak solusi atas persoalan nyata—seperti isu lingkungan dan biodiversitas—hanya tertahan di jurnal ilmiah kampus dan tidak sampai ke masyarakat awam.
“AMSI memiliki anggota lebih dari 500 media online di 28 provinsi. Kami berharap AMSI dapat menjadi jembatan yang menyambungkan kekayaan informasi dari kampus kepada masyarakat luas,” ujar Wahyu Dhyatmika.
Wahyu menyebut masyarakat sangat ‘haus’ akan informasi berbasis riset, dan kampus adalah gudangnya. Dia berharap kolaborasi dengan UAJY ini menjadi pioneer atau model percontohan bagi kampus-kampus lain di Indonesia.
Mencetak Generasi Jurnalis Kritis
Mario Antonius Birowo, Ph.D, Ketua Departemen Ketua Departemen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAJY, menambahkan bahwa tantangan masa depan jurnalisme bukan hanya soal teknologi seperti AI, melainkan menjaga akurasi.
“Kami percaya bahwa media harus tetap ada dan relevan. Oleh karena itu, tugas utama kami adalah meyakinkan kembali generasi ini agar terlibat aktif dalam menjaga ekosistem media agar tetap eksis,” ujarnya.
Kemitraan dengan AMSI menjadi bagian strategis bagi Departemen Komunikasi UAJY sebagai tempat belajar yang berkelanjutan. “Fokus kami adalah menyiapkan mahasiswa yang memiliki prinsip bahwa informasi harus akurat dan kredibel. Mengapa? Karena informasi adalah instrumen krusial bagi masyarakat dalam mengambil keputusan dan bertindak,” ujarnya.
Soroti Isu Biodiversitas
Isu lingkungan juga menjadi perhatian khusus dalam kerja sama ini. Guru Besar Fakultas Teknobiologi UAJY, Profesor Pramana Y., Ph.D., menilai isu soal biodiversitas belum banyak yang diangkat ke media.
Isu biodiversity atau keanekaragaman hayati yang terjadi saat ini adalah ancaman populasi flora maupun fauna serta kerusakan habitat alami yang nantinya bisa mengancam keseimbangan ekosistem dan ketahanan pangan.
“Kami melihat, masih ada media yang ketika mengangkat isu biodiversitas itu kurang tepat mencari narasumber sehingga informasi yang sampai di masyarakat menjadi kurang kredibel. Lewat kerja sama dengan AMSI ini kami berharap masyarakat makin paham pentingnya isu biodiversitas di Indonesia,” ujar pakar burung ternama Indonesia tersebut.
Langkah yang sekarang sedang diupayakan adalah mengajak wartawan di wilayah DIY, Jateng, dan Jatim untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan lewat pelatihan dan turun ke lapangan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy