Mahasiswa KKN Unimal Latih Warga Cara Meracik Produk Minuman Jahe

Pelatihan Jahe
Mahasiswa Unimal memberikan pelatihan membuat produk minuman dari jahe. Foto: Dokumentasi Mahasiswa Unimal

Lhoksukon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh dari Kelompok 100 dan 101 menggelar pelatihan cara meracik produk minuman dari jahe (Zingiber officinale Rosc.) untuk warga Desa Ujong dan Desa Mesjid, Senin, 27 Januari 2025. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan hasil pertanian lokal sekaligus menciptakan produk inovatif yang bermanfaat bagi kesehatan.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Mesjid ini melibatkan masyarakat setempat, terutama kelompok ibu rumah tangga. Program ini tidak hanya memperkenalkan teknik pengolahan jahe menjadi minuman dalam bentuk bubuk yang praktis dan higienis, tetapi juga membahas pengemasan menarik dan strategi pemasaran agar produk dapat bersaing di pasar.

“Kami ingin membantu masyarakat menggali potensi bahan alami seperti jahe, sehingga dapat diolah menjadi produk bernilai jual tinggi yang juga bermanfaat bagi kesehatan,” ujar Ketua Kelompok 100 Aziz Nurazi dalam rilis yang diterima Line1.News, Selasa, 28 Januari 2025.

Dalam pelatihan itu, kata Aziz, peserta diajarkan beberapa tahapan penting seperti pemilihan jahe segar dan berkualitas sebagai bahan utama untuk memastikan rasa dan manfaat minuman tetap terjaga.

Setelah itu, jahe dicuci bersih lalu dihaluskan menggunakan blender untuk memaksimalkan ekstraksi rasa dan kandungan alaminya. Jahe yang sudah dihaluskan kemudian disaring dan diperas hingga mengeluarkan sarinya.

Lalu, sari jahe direbus dengan air, ditambahkan gula, cengkeh, dan kayu manis sesuai takaran untuk menciptakan rasa yang pas. Kemudian diaduk hingga mengental dan diperoleh serbuk jahe.

Setelah itu, serbuk jahe diblender kembali untuk mendapatkan ukuran serbuk yang kecil-kecil. Proses terakhir, pengemasan serbuk jahe dalam wadah kedap udara untuk menjaga kualitas dan aroma. Pengemasan juga dilengkapi dengan desain label yang menarik.

Ketua Kelompok 101 Bisma Fadhil menambahkan, produk minuman jahe ini bermanfaat meredakan gejala flu, batuk, dan pilek berkat sifat antiinflamasinya. Selain itu, melancarkan pencernaan dan mengurangi rasa mual, membantu menghangatkan tubuh saat cuaca dingin, menurunkan risiko peradangan dan meningkatkan daya tahan tubuh, serta berpotensi membantu mengurangi kadar gula darah dan kolesterol.

Ilustrasi jahe
Ilustrasi jahe. Foto: hellosehat.com

“Pelatihan ini tidak hanya fokus pada proses produksi, tetapi juga pada pengemasan yang menarik dan strategi pemasaran agar produk memiliki daya saing di pasar,” ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan Yenny Novianti menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi mahasiswa KKN. “Musim hujan sering menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Program ini memberi solusi praktis dengan memanfaatkan bahan lokal untuk menjaga kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Ujong dan Desa Mesjid. Mereka sangat antusias dengan inovasi pembuatan minuman jahe instan yang dapat disajikan kapan saja hanya dengan menambahkan air panas. Dengan adanya program ini, masyarakat didorong untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan potensi lokal secara kreatif.

Mahasiswa KKN berharap, pelatihan ini menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan serta membangun usaha kecil berbasis sumber daya alam lokal. Produk minuman jahe ini diharapkan dapat menjadi alternatif sehat dan praktis yang diminati masyarakat.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy