Panen Padi Pascabencana di Aceh Tamiang, Mualem Prioritaskan Pemulihan Sawah dan Irigasi

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Mualem memakai caping saat ikut memanen padi dengan mesin di Aceh Tamiang
Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem (mengenakan kemeja putih dan caping) ikut menaiki mesin pemanen padi otomatis (combine harvester) saat menghadiri panen padi perdana di lahan terdampak bencana di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Selasa (13/10/2026). Mualem menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan pemulihan infrastruktur sawah dan jaringan irigasi bagi petani. Foto: Humas Aceh

Aceh Tamiang, Line1News – Peta pemulihan sektor pertanian pascabencana di Tanah Rencong terus dikebut. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, menghadiri panen padi perdana di lahan terdampak bencana banjir dan tanah longsor akhir 2025 yang berlokasi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa, 13 Oktober 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Mualem menegaskan bahwa pemerintah pusat telah berkomitmen untuk merehabilitasi seluruh areal persawahan masyarakat yang rusak akibat terjangan bencana alam pada akhir November tahun lalu.

“Ya, ini sebenarnya janji pemerintah pusat untuk memperbaiki sawah-sawah yang terkena bencana, baik ringan maupun berat semua akan diupayakan untuk diperbaiki,” kata Mualem.

Mualem menjelaskan, proyek perbaikan infrastruktur pertanian ini tidak hanya berfokus di Kabupaten Aceh Tamiang, melainkan akan menyasar seluruh wilayah lain yang mengalami dampak serupa di Provinsi Aceh.

Fokus Pemulihan dan Minta Petani Bersabar

Pemerintah Aceh berkomitmen menempatkan kebutuhan mendasar para petani sebagai prioritas utama. Berbagai langkah taktis terus diupayakan guna mempercepat normalisasi fasilitas pertanian teritorial pascabencana banjir besar.

“Mudah-mudahan para petani yang ada di Gampong Bukit Panjang dapat bersabar, sementara kita upayakan untuk kita benahi,” ucapnya.

Mualem berharap, hasil dari panen perdana ini dapat dinikmati para petani dan mendongkrak stabilitas ekonomi keluarga. Ia juga mendoakan agar kualitas dan kuantitas produksi padi pada musim tanam tahun depan bisa jauh meningkat.

“Kita harapkan panen padi ini dapat memuaskan para petani dan masyarakat di wilayah ini,” ungkap Mualem.

Janji Benahi Saluran Irigasi Permanen

Guna menyudahi kendala klasik yang kerap dihadapi para petani di lapangan, Mualem berjanji akan merombak sistem pengairan sawah di kawasan tersebut agar tidak lagi bergantung pada mesin pompa portabel.

“Insya Allah, akan kita perhatikan dan tidak lagi dengan pompa, ya. Mungkin kita benahi irigasi yang layak karena sudah sepatutnya dinikmati oleh petani,” ujar Mualem.

Langkah modernisasi irigasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan para petani dapat mengolah lahan dengan optimal tanpa bayang-bayang krisis air.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy