Karang Baru – Presiden Prabowo mempersilakan diaspora Aceh di luar negeri mengirimkan bantuan ke korban banjir dan longsor asal dilaporkan ke pemerintah pusat.
“Saya sudah dilaporkan oleh Pak Gubernur, dan nanti saya akan bicarakan dengan beberapa pejabat lain mekanismenya. Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia kita masak menolak bantuan? Asal bantuannya itu jelas ya,” ujar Prabowo dalam rapat terbatas usai meninjau hunian Danantara di Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2026, dilihat dari tayangan Youtube Sekretariat Presiden.
Bantuan tersebut, kata dia, nantinya akan disalurkan pemerintah pusat.
“Jadi tadi saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan silakan, monggo. Bikin surat, ‘saya ingin menyumbang ini’. Nanti kita dilaporkan ke pemerintah pusat, nanti kita yang akan salurkan. Kalau memang dia membantu umpamanya ada diaspora Aceh di mana merasa terpanggil membantu di Aceh, ya monggo silakan ya kan nanti kita salurkan,” ujarnya.
Namun, Prabowo menekankan mekanisme penyaluran bantuan harus jelas dan transparan.
“Nanti mekanismenya apakah Gubernur Aceh, Sumut, dan Sumbar, mungkin membuka rekening apa gitu ya, dana bantuan pascabencana. Yang mau kirim langsung, silakan,” ujarnya.
Prabowo menegaskan pemerintah tidak menolak bantuan dari pihak mana pun, selama prosedurnya diatur dengan baik dan dilandasi keikhlasan. Sebab, kata dia, pemerintah pernah mengalami kasus bantuan yang pada akhirnya disertai permintaan imbalan.
“Kita tidak menolak bantuan. Hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas ya kan? Dan harus ikhlas. Karena kita mengalami, pernah dibantu-dibantu akhirnya ujungnya ada juga ya kan yang menagih,” imbuhnya.
Alasan Tak Tetapkan Bencana Nasional
Selain itu, Prabowo kembali menyinggung soal masih ada pihak mempersoalkan pemerintah tidak menetapkan bencana Sumatra sebagai darurat bencana nasional.
“Masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional. Ya masalahnya adalah kita punya 38 provinsi, masalah ini berdampak di tiga provinsi, masih ada 35 provinsi lain. Jadi, kalau sementara kita tiga provinsi ini kita sebagai, sebagai bangsa, sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional,” ujarnya.
Namun, dia menekankan, bukan berarti mereka tidak memandang bencana Sumatra sebagai hal yang sangat serius.
Sebab, nyatanya, hari ini saja, menteri-menterinya terjun ke lokasi bencana di berbagai daerah.
“Hari ini ada berapa menteri di sini ya kan. Dua sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh sekarang. Ada berapa menteri lagi yang sedang di tempat lain coba, dan juga kita masih hadapi beberapa lagi kabupaten di beberapa provinsi lain yang juga ada masalah,” jelasnya.
Dengan demikian, Prabowo memastikan pemerintah akan habis-habisan dalam membantu warga terdampak bencana.
Dia mengeklaim pemerintah telah menyiapkan anggaran besar untuk penanganan bencana.
“Jadi saudara-saudara, kita memandang sangat serius. Dan kita akan habis-habisan untuk membantu ya kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy