Tapaktuan – Madrasah Ulumul Quran Aceh Selatan (MUQAS) menggelar Tasmi’ Al-Qur’an 30 Juz Bil Ghaib perdana, beberapa hari lalu. Kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas hafalan santri di Pesantren MUQAS.
Tasmi’ Bil Ghaib merupakan kegiatan memperdengarkan hafalan Al-Qur’an 30 juz sekali duduk, dari seorang santri/penghafal kepada guru, orang tua, atau penguji tanpa melihat mushaf. Maksud dari kegiatan ini menguji kualitas hafalan santri (mutqin), dan sebagai motivasi bagi santri lainnya.
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Selatan, Abon H. Teuku Armia Ahmad, Plt. Sekda Aceh Selatan, Doktor Masrizal, dan Kepala UPTD MUQAS, Ismail Us, ikut menyimak hafalan 3 juz terakhir Al-Qur’an oleh Syarifah Nayla Syamil, santriwati kelas akhir Pesantren MUQAS.
Syarifah Nayla Syamil berasal dari Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan. Ia merupakan putri pertama dari 5 bersaudara pasangan Said Muzammil dan Nur Syahadah.
Saat membaca pidato Bupati Aceh Selatan, Masrizal menangis terharu hingga terhenti mengeluarkan kata-kata. Kemudian perlahan ia kembali membaca kata sambutan Bupati.
“Selamat kepada Syarifah Nayla Syamil. Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan akan terus mendukung program-program pendidikan Islam, termasuk penguatan hafizh dan hafizah. Keberhasilan Syarifah Nayla merupakan bukti Aceh Selatan mampu melahirkan generasi qurani yang sejalan dengan cita-cita kita menjadikan daerah ini islami, religius, dan berkarakter,” ujar Masrizal dikutip dari laman Pemkab Aceh Selatan, Minggu, 7 September 2025.
Direktur MUQAS, Teungku Muhammad Ridho Agung, berharap MUQAS terus menjadi pelopor keilmuan Al-Qur’an di Aceh Selatan hingga ke depan dapat melahirkan Insitut Ilmu Al-Qur’an yang berdaya siang global di Bumi Pala ini.
Ridho menyebut hal ini sangat mungkin karena melihat potensi pesantren MUQAS berlandaskan prestasi dan sivitas qurani yang sudah sangat cemerlang terbangun 3 tahun terakhir. Salah satunya yang paling terkenang dalam sejarah perjalanan MUQAS menuju dekade kedua ini dengan Tasmi’ 30 Juz Bil Ghaib perdana, yang diraih Syarifah Nayla Syamil Binti Said Muzammil Alaydrus.
Kepala Pengajaran dan Kurikulum Pesantren MUQAS, Ustaz Muhammad Ragil Ichfa, menyampaikan, “Alhamdulillah, Ananda Syamil telah menyelesaikan tasmi’ ini dengan baik dan lancar. Program tasmi’ ini bagi kami sangat bersubtansi dan berkualitas. Karena menguji kekuatan hafalan di hadapan santri, guru, orang tua dan para tamu undangan”.
“Tentu ini semua atas izin Allah SWT. Allah melihat bagaimana perjuangan dan pengorbanan dia dalam menjaga hafalannya. Hal ini tidaklah mudah. Hari ini Allah berikan bukti kepada kita bahwa ia bisa menyelesaikan bacaan dari juz 1 sampai juz 30 tanpa melihat Al-Qur’an. Ini semua adalah taufiq dari Allah, dan akan diberikan kepada orang yang dikehendaki-Nya,” ujarnya.
Kepala Pengasuhan Pesantren MUQAS, Ustaz Muhammad Andri Fihkri menyampaikan, “Ananda Syarifah Nayla Syamil ini sudah berbakat dengan Al-Qur’an sejak SMP dan menjadi tauladan bagi santri yang lain. Dari kesungguhannya dalam menghafal dan murajaah Al-Qur’an. Sebab Al-Quran adalah teman bagi orang mukmin apalagi mereka yang menghafal Al-Quran dengan sungguh-sungguh”.
“Pesan untuk Ananda Syamil jangan pernah tinggalkan Al-Qur’an kapanpun dan dimanapun. Semua benda yang kita tinggalkan ia akan layu, sedangkan ketika kita tinggalkan Al-Qur’an maka kita yang akan layu,” ucapnya.
Meningkat Pesat
Muhammad Ridho Agung menegaskan revolusi kedisplinan SDM demi menggenjot MUQAS yang maju dan produktif.
Sejak berdiri pada 18 Jumadil Akhir 1436 H / 8 April 2015 hingga 1447 H/2025 M, Pesantren MUQAS telah memproduksi penghafal Al-Qur’an sebanyak 50 santri yang telah menyelesaikan setoran terakhir surat Al-Mursalat.
Rentang tahun 2015 hingga 2022, tujuh santri MUQAS menyelesaikan khataman 30 juz.
Peningkatan grafik perlahan naik pada tahun 2023. Dalam satu tahun tersebut syukuran khataman 13 santri pada 14 Desember 2023.
Lalu, naik pesat pada tahun 2024, sebanyak 27 santri MUQAS syukuran khataman pada 16 Desember 2024. Angka ini disebut sebagai “top skor” dibanding MUQ lain di Provinsi Aceh.
“Kita menekankan agar santri yang sudah khatam setoran 30 juz untuk kuatkan takrir dan murajaah,” ucap Ridho Agung.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy