Siswa SMKN 4 Semarang Anggota Paskibra Gugur Ditembak Polisi

karangan bungan untuk GR
Sejumlah siswa SMKN 4 Semarang memberikan karangan bungan dan mendoakan almarhum GR yang gugur ditembak polisi. (Foto: MPI)

Semarang – Tiga siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Semarang diduga menjadi korban penembakan polisi. Salah seorang di antaranya, GR, 17 tahun, gugur.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah Uswatun Hasanah menuturkan, GR merupakan siswa Kelas XI Teknik Mesin, sedangkan S siswa Kelas XI Teknik Ketenagalistrikan mengalami luka tembak di tangan, dan A siswa Kelas XII Teknik Ketenagalistrikan ditembak di dada.

Menurut Uswatun, satu dari dua siswa korban penembakan polisi sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Hal itu disampaikan Uswatun setelah mengunjungi siswa yang dirawat di RSUD dr Adhyatma MPH atau RSUD Tugurejo Semarang.

“Kunjungan ke RS Tugurejo untuk menengok dan mengonfirmasi keadaan salah satu siswa yang tertembak pada bagian tangannya, dan diperoleh informasi atas nama S,” kata Uswatun dikutip dari Antara, Rabu, 27 November 2024.

Uswatun telah melakukan penelusuran prestasi akademis siswa tersebut di sekolah. Hasilnya, ketiga siswa dimaksud tidak menunjukkan tanda-tanda atau indikasi mengalami hambatan belajar.

“Bahkan, siswa tersebut aktif mengikuti kegiatan sekolah, antara lain sebagai anggota tim paskibra (pasukan pengibar bendera pusaka),” ujarnya.

Dia menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga GR, siswa yang meninggal dunia akibat insiden tersebut. Pelajar yang tercatat sebagai warga Kembangarum, Kota Semarang, tersebut telah dimakamkan oleh keluarganya di Sragen pada Minggu siang, 24 November 2024.

“Mempertimbangkan peristiwa terjadi pada hari libur, maka dinas atau sekolah pada posisi menunggu penjelasan lebih lanjut dari keluarga dan atau pihak berwajib untuk memastikan agar pemberitaan tidak menjadi simpang siur,” kata Uswatun.

Disdikbud pun mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada pihak berwajib, dan meyakini peristiwa tersebut akan mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya. Selain itu, Uswatun juga memastikan kedua siswa tetap mendapatkan layanan pembelajaran sebagaimana mestinya.

“Kepada kedua siswa yang masih dalam perawatan maka dinas atau sekolah akan memberikan pendampingan, termasuk trauma healing bantuan pengobatan sebagaimana mestinya.”

Sahabat Korban Tak Percaya Klaim Polisi

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, menyebutkan GR yang meninggal dunia akibat luka tembak itu, diduga pelaku tawuran di sekitar wilayah Simongan, Semarang Barat, pada Minggu dini hari.

Dia menjelaskan peristiwa tersebut bermula ketika anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang berinisial Aipda RZ, 38 tahun, pulang melintas di lokasi tawuran sehingga berupaya melerai.

Namun, Irwan mengklaim ada upaya untuk menyerang anggotanya yang akan melerai tersebut sehingga dilakukan tindakan tegas dengan menembak korban di bagian pinggul dan tidak tertolong.

Anggota yang menembak tersebut, klaim Anwar lagi, langsung memberikan pertolongan bersama beberapa lawan tawuran korban dengan membawanya ke rumah sakit. “Terkait peran anggota, sedang dilakukan pendalaman oleh paminal, ada [yang ditahan],” Irwan Anwar di kantornya, Senin malam, dilansir dari iNews.id.

Sejumlah karangan bunga kini memenuhi halaman SMKN 4 Semarang sebagai ungkapan duka cita gugurnya GR. Para sahabat almarhum pun tampak larut dalam kesedihan. Mereka tidak percaya klaim polisi yang menyebut Gamma masuk gangster dan terlibat tawuran.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy