Transformasi Digital dari Pinggir Jalan: Lhokseumawe Luncurkan Aplikasi Sijakir

Peluncuran Aplikasi Sijakir
Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar bersama Wakil Wali Kota Husaini, Sekda T Adnan, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Anwar Ali, saat peluncuran aplikasi Sijakir. Foto: Humas Pemko Lhoksemawe

Lhokseumawe – Di tengah semangat perubahan yang diusung kepemimpinan baru Kota Lhokseumawe, sebuah langkah kecil namun berarti diambil dari sektor yang kerap luput dari perhatian: perparkiran.

Selasa, 22 April 2025, Wali Kota Sayuti Abubakar bersama Wakil Wali Kota Husaini meluncurkan Sijakir atau Sistem Informasi Manajemen Jaga Parkir. Aplikasi ini lebih dari sekadar sistem pelaporan oleh petugas jaga parkir, yakni simbol transformasi digital yang menyentuh langsung kehidupan harian warga kota.

“Aplikasi itu sebagai bentuk nyata komitmen kami terhadap transformasi digital dan peningkatan pelayanan publik di sektor perparkiran,” ujar Sayuti saat peluncuran Sijakir, dikutip Kamis, 24 April 2025, dari Laman Pemko Lhokseumawe.

Sijakir hadir sebagai alat bantu bagi petugas parkir di lapangan, sekaligus memberi akses informasi kepada masyarakat. Tak hanya mencatat aktivitas parkir secara real-time, aplikasi ini juga membuka peluang untuk meminimalisir kebocoran retribusi—masalah klasik yang selama ini kerap menghantui pengelolaan parkir.

“Aplikasi ini diharapkan mampu meminimalisir kebocoran retribusi parkir dan secara signifikan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lhokseumawe,” ujar Sayuti.

Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pengembang dan pihak yang telah mendukung terwujudnya aplikasi tersebut menjadi salah satu program prioritas 100 hari kerjanya bersama Wakil Wali Kota Husaini.

Menurut Sayuti, peluncuran Sijakir merupakan langkah awal menuju tata kelola perparkiran yang lebih modern dan profesional.

Dengan data yang terintegrasi dan bisa dipantau langsung oleh Dinas Perhubungan, kebijakan parkir kini bisa dirumuskan lebih cepat dan akurat. Bahkan, masyarakat pun bisa mengakses informasi lokasi parkir dan status retribusi secara terbuka.

Bukan hanya soal parkir, Sijakir menjadi cermin dari cara baru pemerintah melihat pelayanan publik: transparan dan berbasis data. Rencana ke depan pun tak kalah ambisius, Sijakir akan diintegrasikan dengan pembayaran digital hingga fitur pengaduan langsung dari pengguna jalan.

“Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan petugas di lapangan, kami optimis Sijakir akan menjadi solusi strategis dalam mendukung pelayanan publik yang lebih baik.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy