Fadli Zon Soal Bioskop di Aceh: Bukan Tetap Dibangun, Saya Menyarankan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon
Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Foto: Antara

Yogyakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan idenya terkait bioskop di Aceh hanya saran semata. Fadli juga menyebutkan ide itu pernah ia sampaikan kepada Wali Nanggroe dan Wakil Gubernur Aceh terpilih.

“Bukan tetap dibangun [bioskop], saya menyarankan agar ada bioskop di sana,” ujar Fadli di Yogyakarta pada Jumat, 17 Januari 2025, dilansir dari CNN Indonesia.

“Saya menyarankan, saya menyampaikan ini kepada kemarin juga wakil gubernur terpilih. Bahkan saya menyampaikan dalam obrolan saya dengan Wali Nanggroe Aceh, kita perlu [bioskop]. Saya bilang kepada beliau juga [soal] bioskop-bioskop di Aceh,” lanjutnya.

Menurut Fadli, Aceh daerah yang khusus, karena itu perlu penyesuaian tentang bioskop. “Tentu ini karena Aceh ini agak spesifik. Karena Aceh ini menggunakan syariat Islam, jadi perlu ada mungkin penyesuaian dan adaptasi di situ,” ujarnya.

Baca Juga: Fadli Zon Ingin Bangun Bioskop, Sineas Aceh: Orang Sekarang Nonton Film di Rumah

Dia lantas mencontohkan negara-negara Islam di kawasan Timur Tengah yang memiliki bioskop. “Tapi di negara-negara Islam di Timur Tengah kan juga banyak bioskop. Coba, kalau kita lihat di Doha, di Arab Saudi, banyak bioskop,” katanya.

Arab Saudi sebelumnya melarang keberadaan bioskop selama 35 tahun. Negara kerajaan tersebut baru mengizinkan bioskop dibuka pada 18 April 2018. Bahkan Pemerintah Arab Saudi berambisi memiliki 300 bioskop dan 2.000 layar pada 2030.

Sementara itu, Qatar pertama kali memiliki bioskop pada 1972. Hingga 2022, negara yang berlandaskan syariat Islam tersebut memiliki sekitar 163 bioskop dan sejumlah festival film internasional.

Di sisi lain, Fadli Zon menyadari konsep menikmati film melalui platform OTT (Over The Top). Namun, kata dia, bioskop tetap jadi elemen penting di sektor perfilman yang membuat film bisa dinikmati dengan kualitas suara, gambar, serta pengalaman sinematik lebih baik dibanding menonton dari rumah.

Baca Juga: Bioskop Cinepolis Asal Meksiko Kantongi Sertifikat Halal dari MUI

“Jadi yang kita kurang justru bioskop-bioskop itu, layar-layar itu,” ujarnya.

Dia mencontohkan di daerah asalnya Sumatra Barat, orang yang ingin menonton film di bioskop harus menuju Kota Padang. Sebab, bioskop satu-satunya hanya ada di sana. Padahal, di masa lalu bioskop-bioskop itu hidup.

“Jadi di bioskop itu, selain menonton film, apalagi film-film Indonesia, juga ada kulinernya, ada mungkin tempat untuk diskusinya, dan sebagainya,” ujar Fadli.

“Jadi itu suatu ekosistem, environment. Nah, jadi termasuk di Aceh juga ya, memang di Aceh mungkin masih ada kendala terkait dengan Qanun [peraturan daerah Aceh]. Nah, tentu harus ada adaptasi.” imbuhnya.

Sineas asal Aceh sebelumnya mengkritik rencana Fadli Zon menghadirkan bioskop di provinsi berbasis syariah tersebut. Hingga saat ini, Aceh menjadi provinsi di Indonesia yang tidak memiliki bioskop.

Sutradara dokumenter pendek peraih Piala Citra 2021, Three Faces In The Land of Sharia, Davi Abdullah mengatakan Fadli Zon tidak memahami budaya Aceh dan tren digital yang saat ini memengaruhi perfilman dunia.

Davi mengingatkan Fadli Zon bahwa pandangan Aceh soal bioskop tak lepas dari prinsip syariat Islam yang dianggap penting masyarakat.

Lebih dari itu, kata dia, budaya Aceh soal hiburan tontonan tak sebatas pelarangan bangunan bioskop. Jika hanya soal biskop, dia menyebut Menteri Fadli Zon berpandangan mundur.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy