3 Orang Ditemukan Meninggal Dunia, Bener Meriah Masih Terisolasi

Evakuasi korban banjir dan longsor di Bener Meriah
Evakuasi korban banjir dan longsor di Bener Meriah, Senin, 1 Desember 2025. Foto: Humas Pemkab Bener Meriah

Redelong – Tim evakuasi Basarnas menemukan tiga orang korban banjir dan longsor yang meninggal dunia di Gampong Burni Pase, Kecamatan Permata, Bener Meriah.

Melansir Laman Pemkab Bener Meriah, Senin, 1 Desember 2025, ketiga jenazah tersebut kini sudah dikebumikan warga.

Di Gampong Tansaran Bidin, Kecamatan Bandar, satu korban patah kaki sudah dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun, satu korban meninggal dunia masih tertimbun longsor belum ditemukan.

Di Gampong Pepedang kecamatan yang sama, 33 warga terdiri dari anak-anak, wanita dan pria dewasa sudah dievakuasi dengan selamat.

Sementara di Gampong Cekal Baru Kecamatan Timang Gajah, 70 warga yang terjebak di seberang sungai berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Hingga Minggu, 30 November 2025, pukul 15.00 waktu Aceh, sebanyak 29 orang meninggal dunia di Bener Meriah dan 23 orang hilang. Sementara jumlah pengungsi 38.294 jiwa, tersebar di 47 titik.

Adapun jumlah warga terisolasi 45.140 jiwa. Daerah terisolasi sendiri mencakup 72 desa di lima kecamatan: Pintu Rime Gayo, Gajah Putih, Permata, Mesidah, dan Syiah Utama.

BPBD Bener Meriah juga menyebutkan infrastruktur rusak berupa jembatan putus di 46 lokasi, jalan putus 26 lokasi, longsor 39 lokasi, dan banjir 27 lokasi.

Kemarin, Kabid Humas Polda Aceh Joko Krisdiyanto membenarkan Bener Meriah masih terisolasi karena letaknya di daerah pegunungan.

“Kabupaten Bener Meriah masih terisolasi, hanya bisa diakses via udara,” ujarnya dilansir Tempo.co.

Selain transportasi terputus, akses internet di wilayah tersebut juga lumpuh. Polres Bener Meriah ikut kesulitan karena tidak adanya akses internet.

Jalur Via Gunung Salak Mulai Dibuka

Pada Minggu, Pemerintah Aceh mengerahkan enam alat berat ke Gunung Salak, Aceh Utara. Pengerahan alat berat itu dilakukan untuk membuka isolasi Bener Meriah.

“Alhamdulillah, Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah sudah bisa terhubung. Saat ini kami sedang membuka akses Aceh Utara ke Bener Meriah,” ujar Ketua Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, M Nasir, di Banda Aceh, seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan pembukaan jalur lewat Bireuen membutuhkan waktu lebih lama karena banyak titik longsor. Sementara itu, jalur Gunung Salak tidak terlalu banyak yang harus diperbaiki.

“Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sudah bergerak dan insya Allah pembukaan akses ke Bener Meriah bisa selesai dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Nasir mengatakan alat berat milik pemerintah dan pihak ketiga telah dikerahkan untuk memperbaiki jalur yang tertimbun material longsor dan rusak. Ia berharap pembukaan jalur Gunung Salak dapat memudahkan mobilisasi logistik dari Aceh Utara ke Bener Meriah.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy