Nisfu Sya’ban: Malam Pengampunan Segala Dosa, Kecuali Empat Ini

Ilustrasi malam Nisfu Syaban1
Ilustrasi malam Nisfu Syaban. Foto via NU Online

Malam Nisfu Syaban 1447 H akan terjadi pada Senin malam, 2 Februari 2026. Pertengahan bulan kedelapan Hijriah ini, merupakan satu malam yang istimewa bagi umat Islam.

Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam kitabnya, Maa Dzaa fi Sya’ban, menyebut malam Nisfu Sya’ban sebagai malam pengampunan dosa-dosa.

Sayyid Muhammad mendasarkan hal tersebut pada sejumlah hadis yang menyebut malam nisfu Sya’ban sebagai malam pengampunan dosa-dosa.

Salah satu di antaranya hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani dan Ibnu Hibban dari Mu‘adz bin Jabal yang ia kutipkan dalam kitabnya tersebut.

“Allah memandang semua makhluk-Nya pada malam nisfu Sya‘ban kemudian mengampuni dosa mereka kecuali dosa musyrik dan dosa kemunafikan yang menyebabkan perpecahan,” tulis Ustaz Alvin Nur Choironi menerjemahkan hadis tersebut dalam artikelnya berjudul Dosa-Dosa yang Tak Diampuni di Malam Nisfu Sya’ban, dikutip pada Ahad, 1 Februari 2026.

Ustaz Alvin menegaskan meskipun dhaif, hadis di atas masih tetap bisa diamalkan. Hal ini mengingat hadis tersebut berkaitan dengan fadhail a’mal.

Mayoritas ulama hadis, sebagaimana dikutip oleh An-Nawawi dalam kitabnya, mendukung pandangan tersebut.

Lebih lanjut, Ustaz Alvin menegaskan bahwa orang-orang yang tidak melakukan apa-apa pada malam Nisfu Sya’ban tidak secara otomatis mendapat ampunan. Bahkan, ada empat dosa yang tidak diampuni dalam malam Nisfu Sya’ban.

Sebagaimana disebut hadis di atas, dua dosa pertama yang tidak bakal diampuni pada malam Nisfu Sya’ban adalah syirik dan munafiq yang menyebabkan perpecahan.

Sayyid Muhammad, sebagaimana dikutip Ustaz Alvin, juga menyebut bahwa dosa yang tak diampuni lainnya adalah dosa-dosa yang tergolong sebagai dosa besar. Hal ini mencakup zina dan durhaka terhadap orang tua.

Demikian atas dasar hadis sahih riwayat Bukhari, Tirmidzi, dan An-Nasa’i dari Ibnu Mas‘ud berikut.

“Abdullah bin Mas’ud bertanya, Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling berat? Kemudian Rasulullah menjawab, menjadikan suatu hal sebagai persamaan dari Allah yang telah menciptakanmu (Syirik). Kemudian Abdullah berkata, Apalagi wahai Rasulullah? Rasul menjawab, Membunuh orang tuamu karena engkau takut dia makan bersamamu. Abdullah bertanya lagi, Kemudian apalagi wahai Rasul? Kamu berzina dengan istri tetanggamu.”

Bahkan, Ustaz Alvin menegaskan bahwa perilaku “membunuh orang tua” bisa dikatakan tidak hanya membunuh yang termasuk dosa besar dan tidak bisa diampuni di malam Nisfu Sya’ban, tetapi juga durhaka kepada orang tua. Sebab, katanya, perilaku membunuh orang tua itu juga termasuk durhaka kepada orang tua.

“Dosa-dosa besar tersebut bisa diampuni jika pelaku dosa tersebut bertobat dengan tobat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha),” ucapnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy