Lhoksukon, Line1News – Langit sore di Aceh Utara seketika berubah mencekam. Hujan deras yang datang bersama amukan angin kencang menyisakan duka mendalam bagi belasan kepala keluarga di Kecamatan Lhoksukon dan Cot Girek, Kamis, 4 Juni 2026. Rumah yang selama ini menjadi tempat bernaung, kini rusak dihantam cuaca ekstrem.
Di Lhoksukon, kengerian itu dirasakan oleh Ramlah (44), seorang petani di Gampong Mata Ie, dan Jumadi Nurdin (54), nelayan asal Gampong Cot U Sibak, sekitar pukul 17.00 waktu Aceh. Saat badai bergulir, keduanya sedang berada di dalam rumah, berlindung dari derasnya hujan.
Nahas, suara gemuruh angin disusul oleh hantaman keras. Pohon di dekat kediaman mereka tumbang, meremukkan bagian atap rumah.
“Saat kejadian pemilik rumah sedang berada di dalam rumah masing-masing. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon di sekitar lokasi tumbang dan menimpa bagian atap rumah warga,” ujar Plh. Kapolsek Lhoksukon, AKP M. Jamil, dalam keterangannya kepada wartawan Kamis (4/6) malam.
Meski atap rumah mereka rusak tertimpa batang dan ranting pohon, mukjizat masih berpihak. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa menegangkan tersebut.
Aparat kepolisian bersama pihak terkait segera turun ke lokasi untuk merangkul warga yang syok dan membantu penanganan dampak yang ditimbulkan. AKP M. Jamil pun mengetuk hati warga agar tetap waspada.
“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, terutama bagi warga yang memiliki pohon besar di sekitar rumah,” tambahnya.
Nestapa di Cot Girek: Rumah Ambruk, Kerugian Puluhan Juta

[Petugas gabungan bersama warga melakukan pengecekan dan mulai membersihkan dahan serta ranting pohon yang tumbang menimpa bagian atap rumah warga di Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, Kamis (4/6/2026). Foto: Istimewa]
Luka yang sama juga menyayat Kecamatan Cot Girek. Di wilayah ini, amukan angin seketika meluluhlantakkan bangunan, sekitar pukul 15.45. Sebanyak 13 rumah warga yang tersebar di lima gampong—Gampong Batu XII, Gampong U Baro, Ulee Gampong, Gampong Alue Leuhob, dan Kampung Tempel—mengalami kerusakan bervariasi.
Jerit cemas warga pecah saat angin kencang mulai menerbangkan atap-atap seng dan merobohkan dinding. Dalam foto yang diterima awak media, tampak jelas sebuah konstruksi atap seng utuh beserta rangka kayunya terhempas lepas dari bangunan utama, roboh menutupi sebagian pekarangan di samping saluran air.
“Berdasarkan pendataan di lapangan, terdapat 13 unit rumah warga yang rusak. Kerusakannya bervariasi, mulai dari atap rumah yang terlepas diterjang angin, bangunan tertimpa pohon, hingga satu unit rumah ambruk,” ungkap Kapolsek Cot Girek, Iptu Ade Syahputra dengan nada prihatin.
Kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Angka yang tentu sangat besar bagi warga gampong. Namun di balik materi yang sirna, rasa syukur tetap membubung tinggi ke langit.
“Alhamdulillah, seluruh warga terdampak dalam keadaan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Iptu Ade Syahputra.
Di tengah sisa-sisa trauma dan hawa dingin pascabadai, warga memilih bertahan. Mereka bergotong-royong membersihkan puing-puing dan memperbaiki seadanya rumah yang rusak, saling menguatkan satu sama lain di tengah ujian alam yang menimpa.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy