Lhokseumawe, Line1News – Angka yang tergolong fantastis mengalir ke kas Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe. Anggaran Transfer Ke Daerah (TKD) pengembalian untuk kebencanaan dari pemerintah pusat sukses mendarat dengan total mencapai Rp113,6 miliar.
Kepastian angka jumbo ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lhokseumawe, Teguh Heriyanto, menjawab Line1News, Jumat, 5 Juni 2026, pukul 15.26 waktu Aceh. Dana tersebut telah dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Lhokseumawe melalui mekanisme pergeseran ketiga Tahun Anggaran 2026.
“Total 113,6 M,” ungkap Teguh lewat pesan singkat.
Mengalir ke Mana Saja?
Duit Rp113,6 miliar tersebut tidak menumpuk di satu tempat. Teguh membeberkan bahwa dana TKD kebencanaan ini disebar ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis.
“Disalurkan ke OPD seperti [Dinas] PUPR, BPBD, DKPPP, Dinas P & K [Disdikbud], Disperindagkop, dan DLHK,” tambah Teguh.
Salah satu proyek yang kecipratan dana ini adalah Penataan Pedestrian Jalan H. Ramli Ridwan senilai Rp3,5 miliar lebih di bawah Dinas PUPR. Proyek infrastruktur di kawasan Stadion Tunas Bangsa ini sempat memicu teka-teki di tengah publik mengenai asal-usul sumber dananya.
“Sumber dana TKD Pengembalian untuk Kebencanaan,” tegas Teguh.
Baca Juga: Bantuan Keuangan Penanganan Bencana Lhokseumawe Rp9,7 Miliar, Segini Realisasi hingga Mei 2026
Potret Jantung Perkantoran di Mongeudong

[Akses jalan aspal yang membelah kompleks perkantoran pemerintahan di Jalan H. Ramli Ridwan, Lhokseumawe, Jumat (5/6/2026). Foto: Line1News/Rma]
Pantauan Line1News, Jumat menjelang siang (5/6) di Jalan H. Ramli Ridwan memperlihatkan dinamika aktivitas harian yang cukup kontras di sepanjang jalur tersebut.
Jalanan tampak dinaungi pepohonan rindang dan dipadati oleh deretan warung dan kendaraan yang terparkir. Jalur aspal ini ramai dilalui warga, mulai dari pengendara sepeda motor, becak motor (betor), mobil hingga para pelajar sekolah yang berjalan kaki di tepi jalan tanpa fasilitas pedestrian yang layak.
Bergeser ke titik lain di ruas jalan yang sama, terlihat lanskap pusat perkantoran yang lebih formal dengan kabel-kabel listrik yang membentang di udara. Jalur aspal ini melintasi kompleks gedung pemerintahan dengan pagar biru-putih yang khas.
Kawasan di Gampong Mongeudong, Kecamatan Banda Sakti ini memang terbilang padat aktivitas karena menjadi “rumah” bagi Dinas PUPR, Bappeda, DKPPP, Dinas Kominfo, hingga Dinas P&K. Selain dua sekolah (SD dan SMP), instansi vertikal seperti Kantor Pertanahan (BPN) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Lhokseumawe juga beroperasi di sini.
Baca Juga: Dinas PUPR Lhokseumawe: Proyek Pedestrian Jalan H Ramli Ridwan Masuk APBK Pergeseran Ketiga 2026
Sebelumnya, proyek pedestrian dengan Kode RUP 67235639 tersebut telah diumumkan Dinas PUPR pada Rabu (3/6/2026) sore. Plh. Kepala Dinas PUPR Lhokseumawe, Junaedi, menjawab Line1News, Kamis menjelang sore (4/6), menyatakan paket ini sudah diakomodasi dalam APBK pergeseran ketiga TA 2026.
Alasan APBK Lhokseumawe Bergeser Tiga Kali
Masuknya dana TKD kebencanaan ini sekaligus menjawab alasan di balik dinamisnya postur APBK Lhokseumawe TA 2026 yang sudah mengalami tiga kali pergeseran berjalan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lhokseumawe sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Kota (TAPK), A. Haris, merincikan kronologi perubahan tersebut.
“Pergeseran pertama dan kedua karena ada bantuan keuangan pusat untuk Meugang. Pergeseran ketiga karena adanya TKD kebencanaan,” jelas Haris saat dikonfirmasi Line1News, Kamis (4/6/2026) sore.
Dengan kejelasan sumber dana disampaikan BPKD ini, publik kini tinggal mengawal ketat realisasi anggaran jumbo Rp113,6 miliar tersebut agar benar-benar berdampak langsung bagi kemaslahatan masyarakat dan ketahanan infrastruktur kota terhadap ancaman bencana.[]
Lihat Pula: Sempat Dibatalkan, Tender Pedestrian Jalan Merdeka Lhokseumawe Rp4,9 M Tayang Ulang


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy