Penampakan Proyek Penuntasan Gedung Kesenian Lhokseumawe Sedang Dikerjakan

Proyek Penuntasan Gedung Kesenian Lhokseumawe
Para pekerja sedang mengerjakan fondasi pagar Kompleks Gedung Kesenian Kota Lhokseumawe, Sabtu, 8 Agustus 2026. Foto: Line1News/Rman

Lhokseumawe, Line1News – Ikhtiar untuk menghidupkan kembali ruang kreativitas bagi para seniman di Kota Lhokseumawe mulai menunjukkan titik terang. Pihak kontraktor pemenang tender kini tengah memacu pengerjaan fisik proyek Penuntasan Gedung Kesenian Kota Lhokseumawe beserta pagar kompleknya.

Sebelumnya, kondisi fisik bangunan tersebut sempat terekam kamera pada Kamis, 30 April 2026 lalu. Saat itu, gedung dengan arsitektur menawan ini masih tampak terbengkalai dengan dinding semen ekspos yang kusam, semak belukar yang mulai meninggi di area pelataran, serta coretan-coretan vandalisme di beberapa sudut dinding luar karena belum adanya pagar pembatas kompleks yang memadai.

Kini, pemandangan kontras mulai terlihat. Pantauan Line1News di lokasi pada Sabtu, 8 Agustus 2026 sekitar pukul 10.30 waktu Aceh, aktivitas pembangunan mulai menggeliat di bawah terik matahari. Sejumlah pekerja konstruksi tampak sibuk merakit besi dan mengecor fondasi tiang untuk pagar pembatas kompleks gedung. Di sudut lain, beberapa pekerja memanfaatkan rindangnya pohon di area komplek untuk berteduh sejenak melepas lelah sebelum kembali melanjutkan aktivitas.

Bangunan dengan kubah kuning khas yang ikonik ini berdiri strategis di kawasan perkantoran, tepatnya di seberang jalan depan Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lhokseumawe, serta tak jauh dari kantor Dinas PUPR.

Proyek di bawah Dinas PUPR Lhokseumawe ini dikerjakan oleh CV Karya Konstruksi, sebuah perusahaan asal Kabupaten Aceh Utara yang memenangkan tender dengan nilai kontrak sebesar Rp2.335.070.000.

Guna menjamin transparansi publik, sebuah papan informasi proyek telah terpasang di dekat pintu utama gedung. Berdasarkan data di papan tersebut, proyek infrastruktur kebudayaan ini didanai melalui Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) atau Otsus TA 2026. Tanggal kontrak 3 Juli 2026 dengan masa pengerjaan 180 hari kalender, dan batas akhir pelaksanaan pada 29 Desember 2026.

“Sudah sekitar dua minggu,” ujar salah seorang pria yang tampak bertindak sebagai pengawas lapangan saat ditanya mengenai durasi pengerjaan yang telah berjalan.

Baca Juga: Proyek Peningkatan Jalan Pase Lhokseumawe Mulai Dikerjakan

Sebagai informasi, penuntasan Gedung Kesenian ini merupakan bagian dari akselerasi pembangunan daerah di Kota Lhokseumawe. Berdasarkan data pada SPSE Inaproc, total ada 16 paket proyek fisik di bawah Dinas PUPR Lhokseumawe TA 2026 yang proses tendernya sudah digulirkan sejak pertengahan Mei 2026, dengan jadwal penandatanganan kontrak secara bertahap pada akhir Juni hingga awal Juli lalu.

Seluruh paket konstruksi tersebut sebelumnya telah diumumkan dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP pada Februari 2026.

Sementara itu, proyek-proyek fisik Dinas PUPR lainnya yang masuk dalam pengumuman SIRUP LKPP pada periode awal hingga akhir Juni serta awal hingga pertengahan Juli 2026, saat ini sebagian masih dalam proses lelang dan sisanya tengah memasuki tahapan penandatanganan kontrak.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy