Anggota DPR RI Ghufran Minta Kemenhub Evaluasi Sistem Pembinaan Taruna Poltekpel

Gufran DPR RI asal Aceh
Anggota DPR RI asal Aceh, H. Ghufran Zainal Abidin, M.A. Foto: Dokumen/Istimewa

Banda Aceh, Line1News – Anggota DPR RI asal Aceh, Ghufran, mendesak pengusutan meninggalnya Muhammad Rasya Fadhilla, 18 tahun, taruna Poltekpel Malahayati Aceh secara tuntas. Dia juga meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengevaluasi sistem pembinaan taruna di lingkungan Poltekpel.

“Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan bukti adanya tindakan kekerasan atau perbuatan melawan hukum, saya mendukung agar persoalan tersebut diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Ghufran dalam keterangannya, Selasa, 29 September 2026.

Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Kematian Taruna Poltekpel Malahayati Aceh

Anggota Komisi V DPR yang bermitra dengan Kemenhub ini menegaskan bahwa aspek keselamatan, pembinaan, pengawasan, serta perlindungan terhadap mahasiswa di lingkungan pendidikan pelayaran merupakan hal yang harus mendapat perhatian serius.

“Jika ada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, tentu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” katanya.

Dia juga mendukung penuh aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara transparan, objektif, profesional, dan menyeluruh guna mengungkap penyebab serta rangkaian peristiwa yang terjadi.

Meski demikian, Ghufran mengingatkan agar seluruh pihak tetap menghormati proses hukum dan asas praduga tak bersalah.

“Kita jangan mendahului hasil penyelidikan. Biarkan APH bekerja secara profesional. Kita semua tentu menginginkan hal yang sama, yaitu kebenaran terungkap, keadilan ditegakkan, dan keluarga korban mendapatkan kepastian,” ujarnya.

Baca Juga: Ratapan Pilu Ibu Taruna Poltekpel Malahayati: “Abang Pengin Menikah Pakai Pedang Pora, Bunda…”

Dia berharap, peristiwa tersebut dapat menjadi evaluasi bagi seluruh pihak terkait untuk memperkuat sistem pengawasan, pembinaan, dan perlindungan terhadap mahasiswa di lingkungan pendidikan pelayaran.

“Jangan sampai ada lagi mahasiswa atau peserta didik yang mengalami hal serupa. Keselamatan dan perlindungan mereka harus menjadi perhatian bersama,” ucapnya.

Di sisi lain, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya taruna Poltekpel Malahayati Aceh. Dia meminta keluarga korban dan masyarakat tetap tenang serta mempercayakan proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

“Atas nama pribadi dan sebagai anggota DPR RI Komisi V, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujarnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy