Lhokseumawe, Line1News – Sebanyak 27 santri putra dan putri Pesantren Modern Misbahul Ulum antusias mengikuti Inspiring and Practice Seminar Jurnalistik yang digelar selama dua hari, 14–15 Oktober 2026. Pelatihan intensif ini dipusatkan di kompleks pesantren setempat, Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.
Untuk mendongkrak kemampuan kepenulisan para santri, pihak dayah menghadirkan Ustaz Mukhlis (Mukhlis Puna) sebagai pemateri utama. Ia merupakan penulis senior sekaligus Pemimpin Redaksi Jurnal Aceh Edukasi IGI Wilayah Aceh yang telah melahirkan berbagai karya populer, seperti buku Sastra, Pendidikan, dan Budaya dalam Esai, hingga buku Teknik Penulisan Puisi Teori, Aplikasi dan Pendekatan.
Selama pelatihan, para peserta didampingi oleh Pembina Jurnalistik Putra Ustaz Juanda dan Pembina Jurnalistik Putri Ustazah Umiyanti.
Mengubah Hafalan Menjadi Pemahaman Lewat Tulisan
Saat membuka acara, Ustaz Juanda membakar semangat para santri dengan menekankan pentingnya membangun budaya literasi di lingkungan pesantren modern. Menurutnya, literasi harus bergerak melampaui tradisi hafalan.
Juanda menjelaskan bahwa kebiasaan menggali informasi, membaca, dan menulis secara mendalam dapat membantu seseorang mengunci pengetahuan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, ia meminta para santri memanfaatkan momentum ini untuk mengasah keterampilan mengelola gagasan menjadi produk jurnalistik yang informatif dan sistematis.
Tips Menulis Cepat ala Mukhlis Puna
Memasuki sesi inti, Mukhlis Puna memaparkan fondasi utama dunia kepenulisan. Ia menegaskan bahwa kualitas sebuah tulisan sangat ditentukan oleh seberapa banyak tangki wawasan penulis yang diisi melalui aktivitas membaca.
“Setiap penulis yang baik adalah pembaca yang andal,” ujar Mukhlis.
Mukhlis berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan penulis-penulis andal yang mampu menghasilkan karya bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, serta dayah atau pesantren.
Guna melatih ketangkasan berpikir para santri, Mukhlis memperkenalkan metode menulis cepat:
• Batas Waktu Ketat: Santri ditantang menuangkan gagasan ke dalam tulisan dalam durasi waktu tertentu.
• Analisis Persoalan: Sebelum menulis, peserta diarahkan membedah suatu masalah secara mendalam dan terperinci.
• Eksekusi Sistematis: Hasil analisis tersebut kemudian dikembangkan menjadi artikel yang runut sesuai tenggat waktu.
Mukhlis mengingatkan bahwa kunci utama konsistensi seorang penulis adalah keberanian untuk memulai tanpa menunda. “Apa pun yang dapat ditulis, tulislah,” cetusnya.
Target Akhir: Menembus Media Digital Pesantren
Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada pemaparan teori di atas kertas. Seluruh peserta diberikan kesempatan melakukan praktik menulis artikel secara mandiri.
“Produk akhir yang ditargetkan dalam pelatihan ini berupa artikel populer yang ditulis langsung oleh masing-masing santri dan tulisan setelah pelatihan ini juga diharapkan dapat dipublikasikan melalui website pesantren maupun media publikasi lainnya,” pungkas Mukhlis optimistis.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy