Exco Pusat Sebut Kongres PSSI Aceh di Pidie Berjalan Sesuai Statuta

Kongres PSSI Aceh di Pidie pembukaan
Perwakilan Exco PSSI Pusat, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, unsur Forkopimda serta jajaran panitia berfoto bersama saat pembukaan Kongres Biasa Pemilihan PSSI Aceh periode 2026–2030 di Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu (3/10/2026). Kongres ini digelar untuk menentukan nakhoda baru sepak bola Aceh. Foto: Dok. Panitia

Sigli, Line1News – Langkah penentuan arah masa depan sepak bola Tanah Rencong resmi dimulai. Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Aceh periode 2026–2030 secara resmi dibuka dan diselenggarakan di Kabupaten Pidie, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Hajatan akbar sepak bola ini dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh, T. Banta Nuzullah, yang hadir mewakili Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah. Kongres ini menjadi momentum krusial untuk melahirkan tata kelola organisasi yang visioner demi memajukan iklim sepak bola di Serambi Mekkah.

Pemerintah Aceh berharap agar seluruh tahapan suksesi kepemimpinan berjalan demokratis, transparan, sportif, serta mengedepankan asas persaudaraan. Perbedaan pilihan dinilai sebagai dinamika yang lumrah, namun persatuan demi prestasi daerah harus menjadi muara akhir.

“Setelah seluruh proses selesai, yang harus kita kedepankan adalah kepentingan yang lebih besar, yaitu kemajuan sepak bola Aceh,” demikian petikan pesan tertulis Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dalam sambutannya.

Fokus Pembinaan Usia Dini dan Karakter Generasi Muda

Pemerintah Aceh menegaskan bahwa sepak bola memegang peran strategis di luar sekadar olahraga lapangan hijau, yakni sebagai instrumen pembangun karakter, kedisiplinan, dan sportivitas generasi muda.

Oleh sebab itu, kepengurusan PSSI Aceh periode 2026–2030 dituntut untuk mampu:

• Menghadirkan tata kelola dan manajemen organisasi yang lebih modern dan bersih.

• Memperkuat program pembinaan sepak bola usia dini dan usia muda secara berkelanjutan.

• Meningkatkan kualitas kompetisi lokal di seluruh Aceh.

• Memperluas kesempatan bagi talenta-talenta lokal untuk menembus pentas nasional.

Siapa pun yang nantinya mendapat amanah mandat sebagai Ketua PSSI Aceh, diharapkan mampu merangkul seluruh elemen sepak bola dan menaruh kepentingan daerah sebagai prioritas tertinggi.

Exco PSSI Pusat Garansi Independensi Kongres Tanpa Intervensi

Dukungan penuh terhadap keabsahan kongres di Kota Sigli ini datang langsung dari federasi pusat. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Pusat, Juni Rahman, menyatakan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan kongres hari ini telah berjalan valid dan memenuhi regulasi organisasi.

“Menurut penilaian saya sebagai Exco PSSI Pusat, sudah sesuai dengan statuta. Dalam rangka kongres ini bisa berjalan dengan tertib dan tidak ada intervensi dari pihak mana pun,” tegas Juni Rahman.

Juni mengingatkan pentingnya menjaga independensi dan menjunjung tinggi semangat football family (keluarga sepak bola). Ia menekankan bahwa regulasi statuta PSSI melarang keras adanya intervensi pihak luar yang dapat mengganggu keutuhan organisasi, di mana pelanggaran terhadap poin ini dapat berbuah sanksi dari asosiasi yang lebih tinggi.

“Harapan kita kongres ini bisa berjalan dengan lancar sampai selesai dan tidak ada kendala apa pun,” pungkas Juni yang mengapresiasi sinergi erat antara Pemerintah Aceh, Pemkab Pidie, serta seluruh peserta kongres.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy