Takengon, Line1News.com – IAIN Takengon sukses menggelar pengukuhan 790 Guru Profesional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 4 Transformasi Tahun 2025 pada Selasa, 5 Mei 2026. Prosesi khidmat ini menjadi momentum penting bagi para pendidik dari berbagai provinsi di Indonesia untuk resmi menyandang gelar profesional.
Dilaksanakan secara hibrida, sebanyak 94 peserta hadir langsung di kampus IAIN Takengon, sementara ratusan lainnya mengikuti secara daring. Mereka dikukuhkan oleh Rektor IAIN Takengon.
Program PPG ini diharapkan mampu mencetak guru professional yang berdaya saing, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Rektor IAIN Takengon, Ridwan, menekankan bahwa pengukuhan ini adalah awal dari tanggung jawab besar. Ia meminta para guru mengimplementasikan empat pilar pendidikan Ki Hajar Dewantara demi membangun sistem pendidikan yang berkualitas.
“Kita perlu kolaborasi agar peran guru tidak hanya terasa di dalam ruang kelas, tetapi juga berdampak nyata di tengah masyarakat,” tegas Ridwan.

[Foto: Roni/Line1.News]
Acara ini dihadiri Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, yang dalam arahannya memberikan pesan menyentuh. Bupati mengajak para guru yang baru lulus untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan sertifikasi pertama mereka bagi fakir miskin dan anak yatim sebagai bentuk syukur dan kepedulian sosial.
Haili Yoga menegaskan kualitas utama seorang guru terletak pada integritas, moralitas, dan dedikasi. Ketiga nilai ini adalah fondasi dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi saat ini.
“Kita harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana positif, termasuk dalam membangun nilai-nilai keagamaan di lingkungan keluarga,” ujar Haili Yoga.
Hadir pula dalam acara tersebut perwakilan Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Amri, yang memberikan orasi ilmiah. Ia menegaskan peran guru tidak hanya penyampai ilmu, tetapi juga menjadi teladan bagi peserta didik dalam sikap dan perilaku.
“Guru harus mampu menjadi fasilitator dan inovator dalam pembelajaran, mengingat banyak siswa saat ini semakin kritis dan memiliki akses luas terhadap informasi,” ujar Khairul Amri.
Acara ditutup dengan kehadiran sejumlah pejabat daerah, termasuk pimpinan Baitul Mal dan Dinas Pendidikan Aceh Tengah, yang memberikan dukungan penuh terhadap lahirnya generasi guru profesional ini.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy