Jelang TKA: Kadisdik Aceh Minta Sekolah Gandeng Orang Tua Kawal Kesiapan Siswa

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.S.P., Foto: Dokumen/Istimewa

Banda Aceh, Line1News – Menjelang bergulirnya Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 26 Oktober 2026, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.S.P., menginstruksikan seluruh jajaran pendidikan untuk memperketat komunikasi dengan orang tua siswa. Kolaborasi sinergis antara sekolah dan keluarga dinilai menjadi kunci utama suksesnya evaluasi akademik ini.

Kepada Line1News, Rabu (21/10/2026), Kadis Pendidikan Aceh menegaskan bahwa kesiapan siswa tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas. Dukungan penuh dari keluarga—mulai dari menjaga kesehatan, mengatur manajemen tidur, mendampingi belajar, hingga memastikan kehadiran saat hari H—merupakan faktor krusial yang tidak boleh diabaikan.

Murthalamuddin meminta kepala sekolah, guru, dan pengawas untuk bergerak aktif mengingatkan orang tua atau wali siswa, khususnya bagi mereka yang memiliki anak di kelas XII.

“Saya mengimbau kepala sekolah, guru, pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk mengingatkan orang tua agar lebih serius mempersiapkan anak-anaknya menjelang TKA,” sebut Murthalamuddin.

Untuk memaksimalkan pesan ini, sekolah didorong memanfaatkan platform digital secara kreatif. Konten edukatif berupa video pendek maupun infografis harus masif disebarkan guna mengingatkan siswa dan orang tua mengenai urgensi persiapan TKA, terutama terkait kesungguhan belajar, menjaga fisik tetap bugar, istirahat cukup, dan kedisiplinan hadir sesuai jadwal.

Sekolah Jangan Berjuang Sendiri

Murthalamuddin menilai, beban persiapan TKA tidak boleh hanya bertumpu pada siswa dan pihak sekolah. Orang tua harus mengambil peran aktif di rumah. Perhatian ekstra dari keluarga dibutuhkan agar siswa tidak burnout atau mengabaikan kesehatan demi belajar secara berlebihan.

Oleh karena itu, instruksi untuk kepala sekolah, guru, dan pengawas tidak boleh berhenti pada sekadar membagikan jadwal ujian. Mereka memiliki tugas besar untuk membangun kesadaran kolektif orang tua tentang pentingnya pendampingan psikologis dan pemenuhan kebutuhan belajar anak di rumah.

Pentingnya Sosialisasi di Era Baru Evaluasi Pendidikan

Langkah agresif dalam sosialisasi ini diambil bukan tanpa alasan. Murthalamuddin menjelaskan, dihapuskannya Ujian Nasional (UN) yang dulu menjadi standar evaluasi membuat peta pemahaman masyarakat berubah. Pergeseran sistem ini menuntut sekolah untuk lebih gencar mengedukasi siswa dan orang tua mengenai format evaluasi terkini, termasuk pelaksanaan TKA.

Informasi ini harus disampaikan secara berkala dan interaktif agar siswa maupun pihak keluarga tidak meremehkan persiapan TKA. Skema idealnya adalah sekolah bertanggung jawab penuh pada kualitas pembelajaran dan informasi teknis, sementara orang tua menjamin terciptanya ekosistem belajar yang kondusif serta waktu istirahat yang cukup di rumah.

Komitmen Bersama Menuju 26 Oktober

Mengingat pelaksanaan TKA tinggal menghitung hari, Disdik Aceh berharap seluruh satuan pendidikan di Bumi Serambi Mekkah segera mengeksekusi komunikasi efektif ini.

Memastikan kesiapan siswa menghadapi evaluasi akademik adalah kerja besar yang melampaui batas dinding kelas. Melalui koordinasi yang matang antara sekolah, orang tua, dan seluruh elemen pendidikan, siswa diharapkan mampu menghadapi TKA dengan kondisi fisik dan mental yang prima.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy