Tren Pangan Kerek Inflasi Aceh September 2026 ke Angka 0,36 Persen

Ilustrasi inflasi
Ilustrasi inflasi. Foto: Dailynotif.com

Banda Aceh, Line1News – Tekanan inflasi di Serambi Mekah menunjukkan pergerakan ke atas. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa wilayah Aceh mengalami inflasi bulanan (month-on-month/m-to-m) sebesar 0,36 persen pada September 2026, jika dibandingkan dengan periode Agustus 2026 lalu.

Sektor pangan dan komoditas musiman menjadi motor utama penggerak laju harga di pasar lokal sepanjang bulan lalu.

“Untuk bulan September 2026, Aceh mengalami inflasi secara bulanan sebesar 0,36 persen dibandingkan bulan lalu,” kata Kepala BPS Aceh, Agus Andria, Kamis, 1 Oktober 2026.


Makanan & Tembakau Jadi Motor Utama

Dari sisi pos pengeluaran masyarakat, kelompok pangan mencatatkan lonjakan paling sensitif. Sektor makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,78 persen, sekaligus memberikan andil dominan hingga 0,30 persen terhadap inflasi bulanan daerah.

BPS mengidentifikasi adanya pergeseran pasokan dan permintaan pada beberapa komoditas dapur utama yang memicu fluktuasi indeks harga bulanan:

  • Pendorong Inflasi Bulanan: Cabai merah, daging ayam ras, cabai hijau, ikan tuna, dan semangka.
  • Penahan Inflasi (Deflasi Bulanan): Tomat, ikan kembung, ikan bandeng, ikan dencis, dan beras.

“Terdapat beberapa komoditas yang mempengaruhi inflasi bulanan, yaitu cabai merah, daging ayam ras, cabai hijau, ikan tuna, dan semangka,” ujar Agus.

Agus menyebutkan terdapat komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan yaitu tomat, ikan kembung, ikan bandeng, ikan dencis, dan beras.


Tekanan Tahunan Tembus 5,03 Persen

Sementara itu, secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), pada September 2026 Aceh mengalami inflasi sebesar 5,03 persen. Angka ini mencerminkan adanya kenaikan biaya hidup yang cukup signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Artinya harga barang dan jasa secara umum naik rata-rata sebesar 5,03 persen dibandingkan September tahun lalu,” jelasnya.

Dia menyampaikan bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan tertinggi sebesar 1,92 persen.

Berikut adalah rincian pergerakan komoditas secara tahunan (y-on-y):

Komoditas Pendorong Inflasi TahunanKomoditas Pengaruh Deflasi Tahunan
  • Beras
  • Nasi dengan lauk
  • Emas perhiasan
  • Bensin
  • Daging ayam ras
  • Cabai merah
  • Bawang merah
  • Baju muslim wanita
  • Ikan biji nangka / ikan kuniran
  • Ikan bandeng

Aceh Tengah Catat Lonjakan Tertinggi

Agus menjelaskan, terdapat lima daerah atau kota penghitung inflasi di Aceh, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang. Pada September lalu, terjadi inflasi tahunan di seluruh wilayah penghitung inflasi.

Kabupaten Aceh Tengah mencatatkan tekanan inflasi tahunan tertinggi sebesar 5,86 persen, sedangkan kota lainnya bergerak lebih rendah.

“Inflasi paling rendah terdapat di Meulaboh sebesar 3,61 persen,” pungkasnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy