Banda Aceh – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan empat organisasi wartawan yakni Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Aceh, dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar peringatan 20 tahun gempa dan tsunami Aceh pada Kamis, 26 Desember 2024.
Acara yang mengusung tema ‘Mengenang Sahabat’ itu digelar di Sinargalih, AJI Banda Aceh. Rangkaian acaranya berupa tausiah, doa bersama, santunan untuk 50 anak yatim piatu dan duafa, serta syukuran atau makan bersama.
Koordinator MER-C Aceh Ira Hadiati mengatakan, hampir setiap tahun organisasinya mengadakan peringatan tsunami bersama lembaga-lembaga lain di Aceh.
“[Acara peringatan] Ini sebagai pengingat dan untuk mengambil pelajaran dari kejadian gempa dan tsunami tersebut agar kita ke depan bisa menjadin insan yang lebih baik dan berguna untuk umat,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Jumat, 27 Desember 2024.
Ia mengatakan hingga saat ini MER-C telah menjalankan berbagai macam misi kemanusiaan di luar negeri seperti Palestina, Afganistan, Suria, Myanmar/Rohingya. Namun, MER-C tetap memperhatikan dan menjalankan berbagai misi kemanusiaan di dalam negeri.
Baca Juga: Aa Gym: Tsunami itu Takdir Baik dari Allah
Dua dekade lalu, tepatnya 26 Desember 2004, terjadi gempa dan tsunami Aceh. Tsunami terjadi setelah gempa berkekuatan 9,2 skala richter mengguncang Aceh, disusul gelombang laut setinggi 30 meter menerjang.
Tsunami Aceh menelan korban hingga ratusan ribu syuhada. Disebutkan sekitar 126.741 orang meninggal dunia dan 93.285 orang dinyatakan hilang tersapu ombak. Musibah tersebut merupakan bencana alam paling mematikan di abad 21, dan bencana terburuk sepanjang sejarah Indonesia.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy