Takengon – Pertandingan pacuan kuda PON XXI di arena Haji Muhammad Hasan Gayo, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, mencatat rekor penonton terbanyak hingga 120 ribu orang.
Ketua KONI Marciano Norman menyebutkan rekor itu mengalahkan jumlah penonton lomba pacuan kuda terbesar di Australia, Melbourne Cup, dan Kentucky Derby, event serupa di Amerika Serikat.
“Saya rasa tidak ada di dunia pacuan kuda yang penontonnya 120 ribu, yang ada ya di Aceh. Ini sangat luar biasa. Kejuaraan Melbourne Cup dan Kentucky Derby nggak ada 120 ribu penontonnya,” ujar Marciano dalam temu pers, Jumat dikutip Sabtu, 21 September 2024.
“Saya berterima kasih pada masyarakat Aceh yang membuat catatan dalam sejarah pacuan kuda,” imbuhnya.
Gelaran pacuan kuda, tambah Marciano, menjadi salah satu tolok ukur kesuksesan PON Aceh-Sumut dan menjadi catatan sejarah untuk masyarakat Indonesia dan rakyat Aceh.
“Sangat membanggakan. Jadi kekurangan masalah pembangunan [venue PON], saya rasa ditutup oleh kehadiran masyarakat (penonton) yang begitu banyak.”
Jakarta Juara Umum
Gelanggang Hasan Gayo di Blang Bebangka memiliki lintasan pacu sepanjang 1.400 meter. Area venue ini sendiri luasnya mencakup 27 hektare. Rangkaian pertandingan pacuan kuda digelar pada 10 hingga 11 September 2024, dengan 11 nomor yang diperlombakan.
Adapun kontingan yang berpartisipasi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta. lalu dari Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara.
Hingga hari terakhir pertandingan, Jakarta meraih gelar juara umum dengan koleksi empat medali emas, empat perak dan empat perunggu.
Asisten Pelatih Berkuda Kontingen Jakarta, Wahyu Wicaksono menilai ada potensi cukup besar yang bisa dimanfaatkan lewat berbagai kompetisi di arena pacuan kuda Takengon.
“Luar biasa, mudah-mudahan pacuan kuda tidak berhenti di sini, dengan stadion dan tribun yang megah dan antusias masyarakat dapat mengangkat perekonomian Takengon,” ujar Wahyu.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan Lapangan Pacuan Kuda Haji Muhammad Hasan Gayo agar pacuan kuda dapat dijadikan atraksi wisata yang menarik bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
“Saya rasa event pacuan kuda di Takengon dapat menarik lebih banyak pengunjung, tidak hanya pecinta olahraga berkuda tetapi juga wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy