Di Lhokseumawe: Tiga Hari Kran Kering, Pelanggan Perumda Tirta Pase Terpaksa Mandi Pakai Air Galon Isi Ulang

Ilustrasi air PDAM mati
Ilustrasi – air PDAM mati. Foto: Dok. nazava

Lhokseumawe, Line1News – Ramai warga Kota Lhokseumawe yang menjadi pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Pase Aceh Utara kini harus mengurut dada. Sudah tiga hari terakhir, kran air di rumah-rumah mereka mati total, memaksa warga mengeluarkan biaya ekstra demi memenuhi kebutuhan hidup paling mendasar.

Keluhan ini salah satunya disuarakan oleh Fauzi, warga Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Baginya, pagi hari kini dilewati dengan kebingungan akibat tidak adanya suplai air bersih.

“Di rumah saya, sudah tiga hari tidak hidup air PDAM Aceh Utara,” kata Fauzi kepada Line1News via telepon, Minggu pagi, 27 September 2026.

Kondisi memprihatinkan yang sama juga dirasakan oleh Yasir, warga Kecamatan Banda Sakti lainnya. Berhentinya suplai air membuat aktivitas domestik di rumahnya lumpuh.

“Hana udep ka 3 uroe (Air Perumda Tirta Pase tidak mengalir sudah 3 hari),” kata Yasir saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu siang (27/9).

Demi bisa bertahan untuk sekadar minum, memasak, mandi, hingga beribadah, Yasir mengaku terpaksa merogoh kocek lebih dalam setiap hari untuk membeli air di depot isi ulang.

“Si uroe 4 boh galon isi ulang. Meuhan ka hana ngon ta manoe, ngon tung ie seumahyang,” ungkap Yasir.

Mewakili jeritan hati para pelanggan lain yang bernasib sama, Yasir dan Fauzi mendesak manajemen perusahaan pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tersebut untuk bersikap transparan. Mereka meminta penjelasan terbuka kepada publik mengenai penyebab pasti mengapa suplai air ke wilayah Kota Lhokseumawe mandek total selama 3 hari berturut-turut.

Untuk melakukan konfirmasi, Line1News telah dua kali menghubungi Direktur utama Perumda Tirta Pase, Imran, via telepon pada Minggu (27/9), masing-masing pada pukul 11.20 dan 12.22, namun panggilan tersebut tidak diangkat.

Upaya konfirmasi lanjutan juga dikirimkan melalui pesan singkat kepada Direktur Teknik Perumda Tirta Pase, Ferry Syahputra, pada pukul 11.35. Namun hingga pukul 13.00, pesan tersebut tidak mendapatkan respons. Begitu pula saat Line1News mencoba menghubungi Direktur Teknik tersebut via panggilan telepon langsung, ia tidak mengangkat panggilan masuk.

Hingga berita ini diturunkan, warga Lhokseumawe masih harus bersabar dalam ketidakpastian, menanti kran air mereka kembali mengalirkan kehidupan.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy