Haji Domet

Potensi Perikanan Lhokseumawe Menanti Sentuhan Terobosan Baru dari Wali Kota Terpilih

Tokoh pemuda Pusong, MJ Khairul atau Haji Domet. Foto for Line1.News
Tokoh pemuda Pusong, MJ Khairul atau Haji Domet. Foto for Line1.News

Lhokseumawe – Bakal calon (bacalon) Wali Kota Lhokseumawe di Pilkada 2024, bertambah menjadi tiga setelah PKS dan PAN mengusung Azhari sebagai bacalon. Sebelumnya, Nasdem resmi memberikan dukungan untuk Ismail A Manaf dan Azhar Mahmud atau Cek Har sebagai pasangan bacalon wali kota dan wakil wali kota. Satu pasangan lagi adalah Sayuti Abubakar dan Husaini POM yang diusung Partai Aceh.

Melihat dinamika politik yang berkembang, tokoh pemuda Pusong, MJ Khairul atau Haji Domet, memberikan pandangan agar sektor perikanan Lhokseumawe menjadi perhatian serius wali kota terpilih nantinya.

Sebagai putra Lhokseumawe yang lahir dan besar di pinggir laut, Domet melihat kota di tepi Selat Malaka itu punya potensi sangat besar di sektor perikanan. Namun, dari amatannya selama ini, pemerintah kota belum memberikan perhatian serius untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

Dia berharap, siapa pun yang terpilih nanti, mampu melahirkan terobosan baru untuk memaksimalkan potensi perikanan.

“Saya yakin sebagian masyarakat Kota Lhokseumawe menaruh harapan yang sama. Hemat saya, apabila potensi perikanan dikembangkan dengan sepenuh hati, Insya Allah, akan menjadi tonggak ekonomi Kota Lhokseumawe di masa yang akan datang. Selain memacu laju pertumbuhan ekonomi daerah, juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya beberapa waktu yang lalu kepada Line1.News.

Domet memaparkan data Kota Lhokseumawe Dalam Angka Tahun 2024 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS). Produksi perikanan laut di Lhokseumawe pada 2023 totalnya mencapai 13,1 ribu ton.

Dari jumlah tersebut, paling banyak produksi ikan cakalang mencapai 2.148 ton, tongkol 1.500 ton, kembung 1.200 ton, kurisi 953 ton, biji nangka 845 ton, teri 801 ton, dan tuna 541 ton.

“Saya lihat dari informasi yang dipublikasikan Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan Kota Lhokseumawe, produksi perikanan tangkap tahun 2022 sebanyak 12,8 ribu ton dan tahun 2021 mencapai 14,6 ribu ton,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Domet, selama tujuh hingga 10 tahun terakhir, produksi perikanan tangkap Lhokseumawe juga terus meningkat. Rentang waktu 2014 hingga 2017, rata-rata produksi ikan tangkap berkisar di angka 7 ribuan ton setahun.

Potensi Perikanan Budidaya

Tidak hanya itu, Domet juga memaparkan data potensi perikanan budidaya dengan produksi mencapai ribuan ton per tahun. Selama ini, kata dia, perikanan budidaya di Lhokseumawe menggunakan jaring apung laut, keramba, kolam air tenang, tambak intensif, tambak sederhana, dan tambak semi intensif untuk pembesaran lele, nila, kakap, bandeng, kerapu, udang, serta ikan lainnya. Ada juga budidaya pembenihan air tawar dengan produksi lele puluhan ribu ekor, dan nila belasan ribu ekor.

“Jadi, salah satu sektor yang memiliki peluang besar di Kota Lhokseumawe adalah perikanan. Seharusnya ini menjadi perhatian serius pemimpin Kota Lhokseumawe. Saya yakin kalau sektor perikanan dikelola dengan sungguh-sungguh, Insya Allah, ini menjadi harapan masa depan kota ini,” ujarnya.

Domet berharap wali kota terpilih mampu menarik investor untuk menanamkan modal di sektor hilirisasi perikanan. Lhokseumawe, kata dia, membutuhkan industri pengolahan ikan agar komoditas perikanan memberikan nilai tambah secara ekonomi. Misalnya, pengolahan ikan tuna kaleng, abon ikan, kerupuk ikan, dan lainnya.

Pengembangan industri pengolahan termasuk hilirisasi perikanan, kata Domet, bisa memunculkan efek berganda atau multiplier effect.

“Di antaranya, meningkatkan serapan tenaga kerja, karena sebuah industri pengolahan pasti butuh pekerja yang banyak. Kalau ini berjalan, kita optimis akan dapat menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Lhokseumawe yang selama ini tertinggi di Aceh. TPT Kota Lhokseumawe tahun 2022 mencapai 9,15 persen, sedangkan rata-rata TPT Provinsi Aceh 6,17 persen, dan rata-rata TPT nasional 5,86 persen.”

Di sisi lain, data BPS menunjukkan jumlah nelayan di Lhokseumawe tahun 2023 sebanyak 1.007 orang. Rinciannya, Banda Sakti 451 orang, Blang Mangat 304 orang, Muara Satu 158 orang, dan Muara Dua 94 orang.

“Jumlah itu menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Kalau ke depan ada industri pengolahan ikan tentunya jumlah nelayan akan bertambah lagi. Dengan adanya industri pengolahan juga akan berkembang UMKM sebagai industri pendukung.”

Tak kalah pentingnya, Domet berharap wali kota baru lebih maksimal lagi membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Misalnya, dengan Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe yang setiap tahun membuat kajian perekonomian daerah, serta akademisi dan praktisi usaha lainnya.

Haji Domet berharap isu ini dapat menjadi bahan diskusi para pasangan calon dan timnya serta masyarakat Kota Lhokseumawe sejak dari sekarang. “Sehingga diharapkan akan lahir wacana konkret menyangkut pengembangan potensi perikanan Kota Lhokseumawe.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy