Lhokseumawe, Line1News – Sebanyak 43 santri pilihan berkumpul dengan antusias Aula Teuku Umar Kompleks Pesantren Modern Misbahul Ulum, Lhokseumawe, Senin, 11 Mei 2026. Bukan untuk pelajaran kelas biasa, melainkan menyerap ilmu kepemimpinan langsung dari pakarnya.
Tampil sebagai pemateri, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh (Unimal), Prof. Dr. Ghazali Syamni, M.Sc., membagikan kiat-kiat strategis mengenai problem solving (pemecahan masalah) dan kerja sama tim dalam Diklat Kepemimpinan Santri masa bakti 2026–2027.
Organisasi: Laboratorium Kehidupan
Bagi Prof. Ghazali, organisasi bukan sekadar struktur jabatan, melainkan “laboratorium” sebelum santri benar-benar terjun ke masyarakat. Sebagai pakar di bidang Behavioral Finance (Perilaku Keuangan), ia menekankan bahwa ilmu yang didapat di kelas akan jauh lebih bermakna jika dipraktikkan melalui interaksi organisasi.
“Organisasi adalah tempat kalian belajar metode penerapan ilmu agar bermanfaat bagi orang banyak. Di sinilah tempat kalian mengasah jiwa kepemimpinan sebelum menghadapi tantangan nyata di tengah masyarakat nanti,” ujar Prof. Ghazali dengan nada memotivasi.
Ia mengingatkan bahwa kendala dalam berorganisasi adalah hal yang wajar. Kuncinya bukan menghindari masalah, melainkan menghadapinya dengan diskusi dan kerendahan hati untuk meminta arahan dari senior atau pembina.
Jadikan Pesantren “Rumah Kedua”
Pesan menyentuh disampaikan Prof. Ghazali terkait cara memimpin. Ia mengajak para santri untuk mencintai lingkungan pesantren layaknya “rumah kedua”. Menurutnya, jika rasa memiliki itu sudah tumbuh, pendekatan dalam menyelesaikan masalah akan jauh lebih persuasif dan humanis, bukan sekadar perintah kaku.
“Jadikan pesantren sebagai ‘rumah kedua’ agar setiap masalah bisa diselesaikan dengan hati.” – Prof. Ghazali Syamni.
Tak hanya soal internal, Prof. Ghazali juga membuka cakrawala para santri tentang pentingnya jaringan (networking).
“Jangan batasi diri. Jadikan organisasi wadah membangun jaringan hingga tingkat internasional. Manfaatkan relasi itu untuk mengejar beasiswa ke luar negeri dan membuka akses informasi seluas-luasnya,” tambahnya.
Baca juga: Pulang ke Almamater, Profesor Zulfikar Ali Buto Bakar Semangat Kepemimpinan Santri Misbahul Ulum
Menempa Karakter di Luar Kelas

[Prof. Ghazali Syamni menerima piagam penghargaan usai menjadi pemateri. Foto: PMMU]
Apresiasi mendalam datang dari Pembina Organisasi Santri, Ustaz Rizky Maulana. Menurutnya, kehadiran sosok inspiratif seperti Prof. Ghazali sangat penting untuk memicu kreativitas santri dalam menyusun program kerja yang solutif.
“Santri tidak hanya ditempa di ruang kelas formal. Melalui diklat ini, mereka dibekali kemampuan leadership agar mampu menjadi teladan dan penggerak bagi santri lainnya,” ungkap Ustaz Rizky.
Acara yang turut dihadiri Direktur Pesantren, Ustaz Martunis, M.Hum., beserta jajaran pengasuh ini ditutup dengan sesi diskusi hangat. Harapannya, estafet kepemimpinan di Misbahul Ulum tahun ini akan lahir dari tangan-tangan pemuda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga matang secara sosial dan cakap dalam mencari solusi.
“Semoga bekal hari ini membuat kalian lebih telaten dan mumpuni dalam mengemban amanah,” pungkas Prof. Ghazali.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy