Meulaboh, Line1News – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat resmi memulai babak baru tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Bupati Aceh Barat, Tarmizi, melantik Direktur Utama PT Pakat Beusaree (Perseroda), Richie Lapupa, di Eva Sky Hotel, Senin, 11 Mei 2026, dengan misi utama memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pelantikan ini dilakukan di tengah situasi fiskal yang menantang. Bupati Tarmizi mengungkapkan Aceh Barat tengah menghadapi defisit anggaran mencapai Rp61 miliar. Selain itu, kebijakan efisiensi sejak 2025 berdampak pada pemangkasan Dana Desa yang drastis, dari semula rata-rata Rp1 miliar menjadi kisaran Rp300 juta per desa.
“Pelantikan ini bukan sekadar formalitas, melainkan momentum krusial untuk mengakselerasi transformasi BUMD. PT Pakat Beusaree harus profesional, produktif, dan menjadi bagian dari solusi ekonomi daerah,” tegas Tarmizi, dikutip dari rilis Pemkab Aceh Barat.
Target dan Instruksi Tegas
Bupati menginstruksikan Dirut baru untuk segera melakukan pemetaan komprehensif terhadap kondisi perusahaan. Direksi diwajibkan bekerja dengan target yang terukur, transparan, dan adaptif terhadap teknologi.
Beberapa poin instruksi utama Bupati antara lain:
* Optimalisasi Aset: Menggali potensi sumber pendapatan baru dari potensi lokal.
* Sinergi CSR: Memperkuat komunikasi dengan perusahaan swasta untuk kolaborasi pembangunan.
* Dampak Sosial: Menjadi mitra strategis bagi petani, nelayan, serta penggerak UMKM di Aceh Barat.
Bupati menyatakan keyakinannya bahwa hasil seleksi terbuka ini telah melahirkan pemimpin yang berintegritas. Ia berharap PT Pakat Beusaree mampu melepaskan ketergantungan daerah pada anggaran pusat dan bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi yang menciptakan lapangan kerja.
“Kita ingin perusahaan ini menjadi kebanggaan masyarakat dan contoh BUMD inovatif di tingkat nasional,” ucap Tarmizi.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy