Banda Aceh – PT Aceh Nusa Indahpuri (ANIP) menyatakan komitmennya untuk berinvestasi di sektor pertanian dan karbon. Langkah ini akan dilakukan dengan konsep pelibatan masyarakat secara masif, sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong ekonomi masyarakat lokal.
Rencana tersebut seperti disampaikan Shareholder PT ANIP Robin Sitaba usai audiensi dengan Staf Khusus Wali Nanggroe Aceh M Raviq dan Pejabat Struktural Keurukon Khatibul Wali, Selasa, 8 April 2025, di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar.
Dalam pertemuan itu, PT ANIP menyampaikan rencana investasi dan meminta arahan serta dukungan dari Wali Nanggroe.
“Hari ini kami koordinasi dan memohon izin. Ada banyak masukan yang kami terima, terutama terkait pentingnya sosialisasi dan pendekatan yang baik dengan masyarakat di Aceh. Ini penting agar kehadiran PT ANIP dapat diterima dan berhasil menjalin kerja sama yang harmonis dengan para mukim dan warga Aceh pada umumnya,” ujar Robin Sitaba dalam keterangan tertulis yang dikirimkan Plt Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe Zulfikar Idris, dikutip Rabu, 9 April 2025.
Robin menegaskan investasi PT ANIP berada dalam koridor keberlanjutan dan pelestarian lingkungan. Salah satu fokus utamanya, proyek karbon berbasis reboisasi tanpa melakukan penebangan atau perusakan hutan.
“Kita masuk dalam ranah sosial lingkungan untuk karbon. Jadi kami tidak akan melakukan penebangan, justru akan menanam kembali pohon dalam jumlah besar. Pemetaan lokasi sudah kami lakukan, dan hasilnya telah diserahkan kepada Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Untuk tahap awal lokasi yang direncanakan di Aceh Besar dan Pidie. Investasi karbon ini akan dikombinasikan dengan konsep tanaman tumpang sari, yang melibatkan masyarakat sekitar sebagai pelaksana utama. Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga ditujukan untuk memulihkan keanekaragaman hayati di kawasan hutan Aceh.
“Kami berharap, melalui penanaman kembali ini, biodiversitas seperti harimau Sumatra, gajah, dan bahkan badak yang ada di Aceh dapat kembali ke habitat aslinya yang lebih terjaga. Ini bagian dari upaya pelestarian lingkungan secara menyeluruh,” tambah Robin.
PT ANIP juga menyatakan apresiasi atas dukungan dari Lembaga Wali Nanggroe dan Pemerintah Aceh terhadap rencana tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas sambutan dan dukungan yang diberikan. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan Aceh.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy